Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Terkendala Biaya, Bayi Berusia 3 Bulan Asal Matim Belum Bisa Keluar dari RSUD Ruteng
HEADLINE

Terkendala Biaya, Bayi Berusia 3 Bulan Asal Matim Belum Bisa Keluar dari RSUD Ruteng

By Redaksi4 Juli 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Bayi pasangan muda, Sabinus Jampung (18) dan Karolina Fatima Keluru (16) asal Canggo, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur belum bisa keluar dari RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Senin (04/07/2022).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Bayi pasangan muda, Sabinus Jampung (18) dan Karolina Fatima Keluru (16) asal Canggo, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur belum bisa keluar dari RSUD dr. Ben Mboi Ruteng, Senin (04/07/2022).

Pada 07 Maret 2022 lalu, Sabinus dan Karolina dianugerahi dua bayi kembar berjenis kelamin perempuan.

Keduanya lahir dengan berat 1,8 Kg dan 1,3 kg. Bayi yang beratnya 1,8 Kg setelah sebulan, kemudian meninggal dunia karena sakit di rumah Karolina Fatima Keluru di Tolok-Lenang, Kecamatan Lamba Leda selatan.

Sedangkan, pada 13 Juni 2022 bayi dengan berat 1,3 Kg megalami sesak napas dan kemudian dilarikan ke Puskesmas Mano.

Dari Puskesmas Mano kemudian dirujuk ke RSUD dr. Mben Mboi Ruteng, Kabupaten Manggarai.

Setelah melakukan berbagai rangkaian perawatan di ICU RSUD Ruteng Mben Mboi, bayi dengan berat 1,3 Kg tersebut sudah mulai membaik dan diperbolehkan unuk kembali ke rumah.

Tetapi pihak rumah sakit tidak mengizinkan mereka pulang karena belum membayar kewajiban biaya perawatan selama dua minggu di ICU.

Karolina Fatima Keluru, ibunda bayi mengatakan, biaya rawat di ICU sebesar Rp14 juta. Pihak kemudian RSUD sudah memberikan kebijakan untuk membayar Rp12 juta.

Saat ini bayi tiga bulan tersebut masih di rumah sakit bersama kedua orangtuanya dan keluarga dekat. Mereka tertahan lantaran tak mampu membayar tagihan biaya rumah sakit.

“Saya dan suami saya hanya memiliki uang 1,5 juta untuk biaya rumah sakit. Saya tidak tahu mau cari uang di mana lagi. Saya dan suami belum punya kerja. Saya sangat mengharapkan uluran tangan dan belas kasihan untuk bayi kecil kami ini,” pinta Karolina.

Rosalia Ida (35) keluarga dari Karolina juga mengaku pasrah. Keadaan ekonominya saat ini tidak bisa membantu kesulitan Sabinus dan Karolina.

“Saya tidak memiliki apa-apa, saya hanya sebagai tenaga harian dan saya datang membantu membawa makanan buat mereka karena rasa sayang saya. Kalau uang saya tidak punya,” aku Rosalina.

Bayi tiga bulan, kedua orangtua dan keluarganya saat ini sangat membutuhkan uluran tangan dan hati  semua pihak untuk membantu dengan caranya masing-masing.

Kontributor: Frein Raden
Editor: Ardy Abba

Manggarai RSUD Ruteng
Previous ArticleKim Taolin: Saya Kecewa, Tapi Urusan Pemerintahan SNKT Tetap Berjalan Baik
Next Article Ardy Abba Terpilih sebagai Ketua DPC Masata Manggarai

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.