Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Bersih Sampah di Pantai Binongko, Aksi Nyata BPOLBF dalam Festival Maritim Labuan Bajo
Ekbis

Bersih Sampah di Pantai Binongko, Aksi Nyata BPOLBF dalam Festival Maritim Labuan Bajo

By Redaksi24 Oktober 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur BPOLBF Shana Fatina saat ikut dalam aksi bersih sampah (Dokumen BPOLBF)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Rangkaian kegiatan Festival Maritim di Labuan Bajo telah dimulai. Berbagai kegiatan ekologis seperti penanaman koral di Pulau Rinca bahkan sudah dimulai sejak beberapa minggu lalu.

Selain itu, berbagai atraksi sendratasik, dan Maritim Bazaar di Kawasan Marina III Waterfront City juga sudah resmi dilaksanakan sejak Jumat sore (21/10/2022).

Kemeriahan acara ini tidak saja berhenti pada Opening Ceremony kemarin, namun terus berlanjut hingga hari minggu mendatang.

Pada Sabtu (22/10/2022), misalnya, Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) sebagai penyelenggara event ini juga mengadakan “Aksi Bersih Pantai” di sepanjang Pantai Binongko, Labuan Bajo.

Kegiatan yang berkolaborasi dengan berbagai komunitas pegiat sampah dan  waste management di Labuan Bajo ini merupakan wujud komitmen BPOLBF untuk terus menjaga lingkungan khususnya wisata bahari Labuan Bajo.

“Give Back for Good” yang merupakan slogan dalam Festival Maritim Labuan Bajo salah satunya diwujudnyatakan dalam kegiatan bersih pantai tersebut.

Beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Manggarai Barat, Trash Hero Komodo, Yayasan WWF indonesia, Komodo Water, Kole Project, Perempuan Peduli Lingkungan, Penggerak PKK Kecamatan Komodo, Politeknik eL Bajo Commodus, Hotel Sudamala Resort, serta beberapa komunitas pegiat sampah lainnya.

Hadir pula dalam kegiatan ini Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes.

Saat membuka kegiatan ini, Wabup Mabar tersebut menyampaikan bahwa masalah sampah tidak bisa ditangani sendiri oleh Pemda, sehingga butuh kerja sama dan kolaborasi berbagai pihak.

“Kita tahu bahwa masalah utama kita ini adalah masalah sampah, maka dari itu kita berusaha dan berkomitmen untuk mengatasi ini bersama-sama, bekerja sama juga dengan komunitas-komunitas peduli lingkungan, waste management, dan trash hero. Tugas pemerintah juga untuk membuat regulasi atau SOP untuk kapal-kapal sehingga sampah di pesisir dan laut itu bisa tertangani dengan baik. Mari kita sama-sama menjadikan Labuan Bajo ini tidak saja ramah dan indah, tetapi juga bersih dari sampah,” ujar Wabup Weng saat mengikuti dan membuka kegiatan bersih pantai tersebut.

Senada dengan pernyataan Wakil Bupati Mabar, Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina juga melanjutkan bahwa kolaborasi yang masif ke depan sangat dibutuhkan untuk penanganan sampah ini.

“Ke depannya akan diadakan kolaborasi yang lebih masif lagi bersama komunitas-komunitas peduli lingkungan, dan juga membenahi sistem penanganan sampah yang ada di Labuan Bajo sehingga sistem penanganannya  bisa berkelanjutan, ekosistem alampun berkelanjutan dan ujungnya adalah orang datang, nyaman, dan merasa bahwa Labuan Bajo bersih, sehat, dan indah,” ujar Shana.

Hasil Clean Up dalam kegiatan bersih pantai yang dikuti 98 orang dari berbagai komunitas ini, menghasilkan 293 Kg sampah, dengan klasifikasi 16 kg sampah daur ulang yang akan diambil oleh Kole Project sebagai mitra Waste Management Labuan Bajo Maritime Festival (LBMF) untuk didaur ulang, sementara sisanya akan diambil oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Manggarai Barat.

Kolaborasi Waste Management ini juga sudah dimulai dengan pembersihan lokasi acara (Waterfront City) seusai acara hari pertama yang menghasilkan 73 kg sampah (11 kg sampah daur ulang, 62 kg sampah umum).

Kegiatan event yang dikolaborasikan dengan waste management ini diharapkan akan tetap menjaga kebersihan dan keindahan venue event baik sebelum event, saat event, dan setelah event tersebut dilaksanakan.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

BPOLBF Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleBupati TTU Pastikan Tak Pernah Intervensi Urusan Proyek APBD
Next Article Hujan Gol ke Gawang Jati, Tim Bertabur Bintang Lomest FC Melaju ke 16 Besar Torong Besi Cup

Related Posts

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
Terkini

100 Siswa di Golo Mori Ikut Program Generasi Sehat Peringati Hari Anak Nasional

23 Juli 2026

40 Peserta Kwarcab Pramuka Manggarai Barat Ikut Jambore Daerah NTT X dan Jambore Nasional XII 2026

23 Juli 2026

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Kepala SMPN Satap Munde Bantah Dugaan Pungli, Sebut Uang dari Orangtua Bersifat Sukarela

22 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.