Penulis: Redaksi

Oleh:  Sofia Febriani Patut Mati lambat-laun yang tidak bepergian, siapa yang tidak membaca, siapa yang tidak mengindahkan musik, yang tidak mendeteksi hikmat dalam dirinya sendiri. Mati perlahan yang merusak harga diri mereka, siapa yang tidak mengabaikan bantuan. Mati perlahan yang jadi budak dari Kelaziman itu mengulangi tiap-tiap hari dengan perjalanan, siapa yang tidak bertukar merek, ia tidak berani mengganti warnanya pakaian maupun tidak berdiskusi dengan siapa yang tidak tahu. Mati perlahan yang menyelamatkan roh serta putarannya emosi, hanya ini yang mengembalikan kilau ke mata serta menebus hati hancur. Mati perlahan yang tidak memutar jentera tengah dia tidak senang dengan karier…

Read More