Borong, Vox NTT- Manggarai Timur (Matim) masuk dalam daftar lima (5) kabupaten yang mengalami kemiskinan ekstrem di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang bersumber pada survei sosial ekonomi nasional (SUSENAS) tahun 2020. Data yang dihimpun, Matim berada pada persentase 15,43 persen kemiskinan ekstrem. Jumlah penduduk miskin ekstrem di kabupaten itu sebanyak 44.630 orang. Sedangkan jumlah penduduk pada tahun 2021 sebanyak 276.155 jiwa. Pengamat kebijakan publik dari Politician Academy, Stefan Gandi, pun angkat bicara sekaligus mengkritisi posisi Bupati Matim Agas Andreas di balik penetapan kabupaten dengan kemiskinan ekstrem tersebut. “Sekarang pertanyaannya, bupati yang…
Penulis: Redaksi
Dinamika Kehidupan Perjuangan bertabur dalam darah merah dan putih Singkat kisah berlayar bersama kegigihan Tanah yang kupijak bergandengan suara yang merdu Sewaktu para terlantar berteriak dari seberang sana Suara kebisingan dari kelam yang silam Memaknai sebuah realita kesengsaraan Sembari membawa selembar usang kebahagiaan Telah dirilis oleh sekawanan pemuda Rintihan kata menggerakkan pilihan hidup Sekian waktu yang dulu pernah bersumpah Kembali dari dinamika membawa kehidupan baru Seribu pesan membawa makna penuh penghayatan Latung Tunu Kisah Pahit dari Rakyat Dunia terlalu luas untuk dipandang Mereka adalah orang upahan yang di pilih Di sana mereka bertengger seperti burung…
Atambua, Vox NTT- Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Belu menyebut pemerintah daerah sendiri yang membatalkan rencana pinjaman daerah. DPRD Belu sebenarnya sudah menyetujui permohonan rencana pinjaman daerah yang akan diajukan kepada Bank NTT Cabang Atambua. Namun, dibatalkan secara sepihak oleh Pemkab. Hal tersebut diakui Wakil Ketua II DPRD Belu Cypri Temu ketika dihubungi VoxNtt.com, Sabtu petang (13/11/2021). Cypry menyampaikan, bukti bahwa DPRD Belu telah menyetujui rencana Pemkab untuk melakukan pinjaman daerah sebesar 200 miliar adalah DPRD sudah membahas dan disetujui di Badan Anggaran (Banggar). “Terkait pinjaman itu, bukan DPRD yang menolak. DPR sudah setuju di Banggar dan tinggal diparipurnakan…
Oleh: Hendra Uran November* Novena-Remember Kata yang bertalu-talu dan sepatah ingatan Novena* (Notifikasi-Verifikasi-Natal) Harimu telah memberitahu dan suasanamu tengah membenarkan untuk mencapai kelahiran baru Semuanya tengah bersedekap diatasmu, November! Semuanya selaras dalam doa 3×3 tanpa lompat Semuanya menganga bersama lidah api sambil meraup lautan lilin mohon beralih dari purgatorium Semuanya begitu teduh sambil menadah berkah, aminkah-amin. Remember* (Reaktif-Memangkas-Bermekaran) Tentang aksi tanpa takut untuk mengakhiri RIP dan membentangkan kemerdekaan Dalam ingatan, Mereka adalah ada yang menjadi ajang gulat Mereka penuh darah pada semangat dan tubuhnya Mereka siap dipangkas dan memangkas Tak peduli rongsokan tubuh kaku tanpa nyawa berserakan di pinggir jalan…
Cinta di Tepi Pantai Sewaktu hujan merintik dan bertabur di cinta yang kelam Kian kita bersenda gurau bersama ombak putih Perasaan menjadi layu dan berpura-pura malu Sementara itu kita saling menatap di laut yang luas Buram hati terus memaksa untuk mengungkapkan Perlahan kita mulai sebuah perbincangan awal Kisah cinta bermain di dalam percikan ombak rayuan Menanti pelukan itu dan kita berpaling dari kebisuan Mungkinkah kita tidur dalam angan kemesraan Telah sejam yang lalu sajak cinta berlabuh di lubuk hati Genggaman memberikan kehangatan yang semakin dalam Cinta di tepi pantai pun menggelora bersama kebisuan senja Latung…
*Puisi Oleh: San Erasmo Menanti Waktu Yang ku tunggu adalah waktu.. Waktunya aku dan dia berpisah.. Waktu yang akan menjadi setumpuk kenangan.. Kala kuukir pada diary yang kian mengusam.. Waktu.. Terlalu lama engkau ku tunggu.. Dapatkah engkau berputar lebih cepat? Apabila engkau lelah, aku dapat membantumu.. Ah,, tidak tahu kapan waktunya.. Sesekali ingin ku berlari lebih cepat dari waktu.. Waktu yang memisah aku dan dia.. Kan ku ucap sayonara bila tiba waktunya.. Penulis Erasmus Konstan Jagu. Pemilik hobi membaca Novel & komik ini lahir di Kuwu- Manggarai.
Oleh: Fransiskus Sardi* (Hermes menyadari bahwa kekudusan adalah dosa yang dicurangi seperti sedekah tanpa senyuman, negara tanpa perkara dan hidup tanpa masalah, itu adalah dosa.) Hari sudah sangat gelap. Matahari sudah beranjak jauh, meninggalkan hitam yang pekat. Bulan pun enggan menampakan cahayanya. Remang-remang cahaya lampu menyinari sepanjang jalan kota. Cahaya lampu kota menyinari jalan yang ditetesi air hujan sore tadi. Suasana alam seperti sedang menggambarkan suasana hati Asoka. Hati yang penuh dengan kecemasan akan hidup, masa depan dan cita-cita. “Apakah engkau mencintainya”? tanya Hermes pada Asoka memulai percakapan keduanya. “Cinta? heheh… Aku tak ingin berbicara tentang cinta sekarang! Aku lebih…
(Dipersembahkan untuh hari ayah dalam bayang) Oleh: Fancy Ballo Deraian hujan membalut jiwa yang sepih. Ombak bersahutan nyanyikan lagu rindu tentang cinta tanpa rupa. Aku tenggelam dalam rasa yang hampir mati karena sosok itu. Sosok yang telah menyulam rupa rapuh ini. Dalam jiwa yang hampa, kuberujar. Hatiku bergemuruh. Beretempur antara rindu dan benci. “Usiaku sudah dua puluh empat tahun dan sedikit lagi aku akan merayakan tambahan usiaku yang kedua puluh lima. Selama itu pula aku hidup dalam sebuah keluarga yang prematur, tanpa ayah. Kata ayah dan nama ayah pun hampir tak pernah kulafalkan dalam hari-hariku. Menyebutkan kata ayah hanya menyisakan…
Borong, Vox NTT- Warga di Kampung Paka, Desa Gurung Liwut, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), mengalami krisis air minum bersih selama satu tahun terakhir. “Debit airnya mungkin tidak ada. Kan ada dua sumber airnya di sini yang dipakai, mulai dari Rehes, yang ada meteran itu di Paka sampai Pau raja. Selama satu tahun ini air tidak pernah ada, makanya saya punya meteran itu kemarin pindah ke Lehong,” ungkap Kepala Desa Gurung Liwut, Nikodemus Matu, melalui telepon seluler, Sabtu (06/11/2021). Khusus di Kampung Rehes sampai ke Lidi airnya memang lancar karena sumber mata airnya ada yaitu dari Wae Kaco. Sumber…
Kupang, Vox NTT- Kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Notes (MTN) di Bank NTT yang bergulir di Kejaksaan Tinggi NTT mendapat tanggapan serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT. Anggota DPRD NTT Komisi V Yohanes Rumat mengatakan, Bank NTT milik rakyat di provinsi itu yang diwakili oleh gubernur dan bupati, serta wali kota. “Dalam Perjalanan ada penjualan surat berharga. Contohnya 50 M itu dalam skema Bank NTT tahun 2017/2018 tidak ada program jual berharga atau take over ke bank lain. Mestinya harus teliti dari segi persiapan dan jaminan. Ternyata setelah sekian bulan setelah uang ini pindah ke bank lain…
