Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Proyek Palmerah di Adonara Masih Terganjal Studi Kelayakan
NTT NEWS

Proyek Palmerah di Adonara Masih Terganjal Studi Kelayakan

By Redaksi2 Oktober 20161 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

VoxNtt.com-Rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga arus Selat Gonsalu dan jembatan Pancasila Palmerah sejauh ini sudah dilakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara Gubernur NTT Frans Lebu Raya dan Pemerintah Belanda di Negeri Kincir Angin itu pada 22 April 2016 lalu.

Namun, mega proyek yang menghubungkan Pulau Flores dan Pulau Adonara di Kabupaten Flores Timur, NTT ini masih terganjal lelang pra studi kelayakan (feasibility study/FS).

“Kemungkinan tahun ini belum bisa dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama, karena lelang pra FS gagal,” ujar Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. seperti dilansir ANTARA News di Kupang, Sabtu. 01/10/2016.

Proyek pembangunan jembatan layang sekira 800 meter itu, menurut dia, akan dilakukan sekaligus dengan pembangunan pembangkit listrik tenaga arus laut di Selat Gonsalu berkapasitas 300 Mega Watt (MW).

Frans mengatakan, telah menerima laporan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahwa lelang pra FS jembatan Pancasila Palmerah gagal dilakukan karena para peserta lelang tidak ada yang memenuhi syarat.

“Masih akan dilakukan pelelangan ulang, tetapi karena waktunya yang terbatas, maka peletakan batu pertama dimulainya pembangunan kemungkinan tidak bisa dilakukan tahun 2016,” katanya.

Menurut dia, jika Presiden Jokowi dapat menghadiri puncak Hari Nusantara di Lembata, sekaligus ke Flores Timur, maka proyek tersebut bisa diluncurkan. (VoN)

Flores Timur
Previous ArticlePIAR NTT: 210 Kasus Korupsi Didiamkan Pada Tahap Penyelidikan
Next Article IKMR Konsolidasi Menangkan FirmanMu Untuk Kota Kupang

Related Posts

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.