Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Gara-Gara Sapi, Pengendara Sepeda Motor di Nagekeo Tabrak Tebing
Regional NTT

Gara-Gara Sapi, Pengendara Sepeda Motor di Nagekeo Tabrak Tebing

By Redaksi22 November 20162 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Nagekeo, VoxNtt.com-Seorang pengendara sepeda motor mengalami celaka ringan akibat ulah segerombolan sapi di sekitar Kesidari, Kabupaten Nagekeo, Selasa (22/11) siang.

Pengendara sepeda motor yang bernama Melkias Lowa asal Boawae tersebut terpeleset dan akhirnya menabrak tebing pada sisi kanan jalan menuju Mbay.

Pantauan media ini, luka ringan terjadi pada bagian lutut dan tangan korban. Sementara, kendaraan mengalami robekan pada spatbor akibat benturan tebing.

Melkias mengakui, peristiwa yang sama terjadi kedua kalinya pada tempat yang berbeda di sekitar Kesidari.

“Bulan lalu saya kecelakaan di sebelah. Sekarang di sini lagi. Terjadi yang sama karena sapi.”Ujar Melkias setelah kejadian.

Ia mengatakan, banyak ternak sapi yang berkeliaran di jalur jalan menuju Mbay. Selain di Kesidari, hal yang sama juga terjadi pada jalur tengah yaitu di Kampung Rendu, Kecamatan Aesesa Selatan.

“Kalau di Rendu itu masih lebih baik dan tidak sebanyak disini. Ini perlu hati-hati. Syukur tadi saya bisa kendali dan belok kearah tebing. Kalau kecepatan tinggi berarti langsung nyawa,”Tutur Melkias

Pria asal Kelimado, Boawae ini meminta kepada pemilik untuk bisa menertibkan ternak mereka. Ia juga mengusulkan agar ternak sapi dikandangkan atau dibiarkan jauh dari fasilitas umum.

“Kalau boleh dikandang saja karena kalau disini bisa mengganggu orang lain yang sedang menggunakan jalan. Cukup tertib sajalah,”Pungkas dia yang diakui karyawan salah satu perusahan di Mbay.

Sementara itu, Benyamin, salah seorang peternak sapi asal Roe, Kecamatan Aesesa, meminta maaf atas insiden yang menimpah Melkias. Ia mengakui kesalahan dan akan segera memindahkan sapi dari lokasi kejadian.

“Ya, kami minta maaf pak,,kami akan pindah sapi jauh dari tempat keramaian. Sekali lagi kami minta maaf,”Katanya saat ditemui di Roe. (Ian/VoN)

Foto Feature : Ternak sapi warga berkeliaran di jalan menuju kota Mbay (Foto : Ian)

Nagekeo
Previous ArticleAHOK Diperiksa, Djarot Terima Aduan Warga di Rumah Lembang
Next Article BKH Terpilih Sebagai Pimpinan Pansus RUU Pemilu

Related Posts

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026

KPK Diminta Awasi Pengelolaan Dana Bantuan Bencana di Nagekeo

22 Agustus 2026
Terkini

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

BSI KCP Labuan Bajo Gandeng TNI AL Serahkan Bantuan ke Kecamatan Macang Pacar

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026

PUPR NTT Verifikasi 300 Rumah Terdampak Gempa di Desa Golo Mendo

26 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.