Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pojok Info»Demi Kemajuan NTT, YTMI Gelar Sayembara dengan Total Hadiah Rp 150 Juta
Pojok Info

Demi Kemajuan NTT, YTMI Gelar Sayembara dengan Total Hadiah Rp 150 Juta

By Redaksi30 Januari 20173 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Foto: Undangan terbuka
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, VoxNtt.com- Yayasan Tunas Muda Indonesia (YTMI) menggelar sayembara untuk mensyukuri hari ulang tahun (HUT) provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) ke-58.

Total hadiah dalam sayembara ini berjumlah Rp 150 juta. Selain hadiah uang tunai, YTMI juga akan membantu mendapatkan orangtua angkat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki masing-masing pemenang.

Perlombaan bertajuk “Ayo Bangun NTT” itu akan diisi dengan empat jenis kompetisi. Keempatnya antara lain; kompetisi gagasan, debat, paduan suara, dan mencari tokoh teladan NTT.

Sayembara tersebut mengundang semua pihak, baik pribadi atau kelompok warga NTT menjadi peserta kompetisi. Selain itu, akan terbuka pula bagi siapa saja yang mencintai NTT.

“Sayembara diselenggarakan dan diinisiasi oleh YTMI dengan media online lintasntt.com dan Saint Mary’s College,” kata E.Melkiades Laka Lena, Ketua YTMI saat bertemu di Ruteng belum lama ini.

Dalam surat terbuka dan undangan mengikuti sayembara yang salinannya diterima VoxNtt.com dijelaskan, kompetisi gagasan akan diikuti pribadi atau kelompok maksimal beranggotakan 3 orang.

Setiap peserta akan menuangkan gagasan membangun NTT lewat tulisan paling banyak 5 paragraf atau satu halaman.

Tulisan ini berdasarkan sektor bidang tertentu yang ditekuni, pengembangan potensi daerah, dan tema spesifik lainnya.

Misalnya; tema sektor pembangunan bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi, pariwisata, kelautan perikanan, peternakan, perkebunan, dan pertanian.

Selain itu bisa juga tema lain seperti, ekonomi kreatif, kebudayaan, dan bidang lain yang penting dikembangkan.

“Tema kembangkan potensi daerah bisa memilih salah satu pembangunan berbasis wilayah yang secara konkrit bisa dilakukan di kampung, desa, kelurahan, dan pemanfaatan dana desa secara optimal. Bisa juga memilih pengembangan potensi kecamatan, kabupaten/kota, dan provinsi NTT”

Sedangkan, tema spesifik antara lain menuangkan gagasan dalam pengembangan wirasusaha NTT, politik anggaran bagi kesejahteraan rakyat, membangun kemandirian energi, dan mengatasi perdagangan manusia (human trafficking).

Bisa juga memilih tema mencegah praktik korupsi, mengatasi krisis air, Pancasila dari NTT untuk Indonesia, menata birokrasi dan pelayanan publik, meningkatkan produksi pangan, mendorong ibu rumah tangga sebagai penggerak ekonomi, mendorong peran warga diaspora NTT atau siapa saja yang mencintai NTT.

“Peserta kompetisi gagasan diharapkan menulis berbasis fakta yang terjadi, dilanjutkan analisa singkat dan solusi konkrit yang penting dilakukan untuk membenahi atau membangun NTT,” demikian harapan YTMI dalam surat undangan itu.

Selanjutnya, peserta lomba debat berjumlah 3 orang dan paduan suara minimal 8 orang. “Peserta yang lolos seleksi akan diundang panitia untuk pertemuan teknis sesuai tingkatan awal Maret 2017”.

Sedangkan, peserta kompetisi mencari tokoh teladan NTT bisa pribadi atau kelompok maksimal 3 orang. Di sini, peserta menulis tokoh yang dianggap penting atau pantas menjadi teladan yang pikiran, tindakan, dan terobosannya mempengaruhi banyak orang. Ini paling banyak 5 paragraf atau satu halaman.

Peserta kompetisi mencari tokoh teladan NTT diharapkan menyampaikan alasan kuat tentang tokoh. Tokoh yang dimaksud bisa rakyat biasa, pemimpin formal atau informal, dosen, guru, agamawan, petani, dan politisi. Selain itu, bisa juga menulis tokoh birokrat, pengusaha, tokoh adat, jurnalis, aktivis atau siapa saja.

Tokoh tersebut dianggap memiliki pikiran, tindakan dan trobosan yang bisa menginspirasi banyak orang. Tindakan dan terobosannya bisa mencerminkan nilai kejujuran, moralitas, kerja keras, keberanian, dan kreativitas dalam membangun NTT. (Ardy Abba/VoN)

Manggarai
Previous ArticleIni Beasiswa Afirmasi Luar Negeri Tahun 2017 Khusus untuk Mahasiswa NTT
Next Article Tiga Pencuri Motor Lintas Kabupaten Diringkus Polres Ngada

Related Posts

Laka Lantas di Ndoso-Manggarai Barat, Dua Korban Meninggal Dunia

8 Juli 2026

Keuskupan Ruteng Wanti-wanti Dampak Tambang Mangan PT SJA di Reok

4 Juli 2026

Camat Reok Cup III Siap Bergulir Pertengahan Juli

2 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.