Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Detusoko akan Dijadikan Daerah Lokomotif Pariwisata
Regional NTT

Detusoko akan Dijadikan Daerah Lokomotif Pariwisata

By Redaksi9 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatana Reses II Anggota DPRD Ende, Philipus Kami di aula Kantor Desa Wologai, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Kamis (9/2)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, VoxNtt.com-Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende akan dijadikan salah satu daerah prioritas pariwisata.

Hal ini didukung dengan berbagai potensi lokal yang menjadi kekayaan untuk mengembangkan daerah wisata.

Anggota DPRD Ende, Philipus Kami, mengungkapkan konsep pembangunan daerah wisata merupakan target dalam pembangunan jangka panjang. Sebab, harus diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai.

Dijelaskan, beberapa potensi lokal yang terdapat saat ini menjadi standar untuk mengembangkan daerah pariwisata.

“Arah masyarakat harus mulai dari sekarang untuk meletak pembangunan jangka panjang. Sehingga konsep pembangunan daerah pariwisata kita bisa dicapai”katanya saat Reses II Anggota DPRD Ende di Desa Wologai, Detusosko, Kamis (9/2).

“Kalau ingin daerah kita menjadi daerah wisata maka sumber daya manusia kita ini harus disiapkan. Pola pikir kita harus berubah menjadi lebih positif”tambah Philipus.

Politis Partai Demokrat ini membeberkan beberapa potensi lokal yang menjadi lokomotif pariwisata. Potensi tersebut diantaranya, potensi bengawan, budidaya lebah madu dan ritual adat.

Potensi-potensi ini menurut dia merupakan standar untuk memicuh wisatawan untuk berdatangan ke Detusoko. Sehingga pertumbuhan ekonomi bisa lebih meningkat.

“Kalau kita tetap mempertahankan ini, saya sangat yakin kemudian hari ekomoni kita meningkat. Makanya, SDM kita harus berubah”ungkap Philipus kepada puluhan masyarakat yang hadir di Aula Kantor Desa.

Ia berharap sektor pembangunan manusia juga tidak boleh berjalan di tempat. Kemajuan pariwisata bisa berjalan seirama apabila didukung dengan daya pikir masyarakat .

“Selain itu, diharapkan masyarakat adat tetap mempertahankkan adat dan budaya sebagai dasar pijak keberadaban masyarakat. Adat dan tradisi kita itu adalah modal dalam pembangunan”tutur Philipus.***(Ian/VoN).

Ende
Previous ArticleDua Tahun Napi Rutan Bajawa Kabur Belum Ditemukan
Next Article Cuaca Ekstrim Terus Melanda, Ini Himbauan Wabup Matim

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.