Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Pelajar SMA Frater Maumere Kritisi Investasi Mutiara di Flores Timur
HEADLINE

Pelajar SMA Frater Maumere Kritisi Investasi Mutiara di Flores Timur

By Redaksi10 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Intan Hayon, pelajar Kelas XI Bahasa SMAK Frater Maumere saat mengikuti Pelatihan Jurnalistik oleh Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) pada Kamis (9/2/2017) di Nara Room.
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, VoxNtt.Com- Siapa sangka seorang pelajar SMA dapat melihat dengan kritis pengelolaan sumber daya alam di negeri ini termasuk di daerah asalnya, Flores Timur.

Pelajar Kelas XI SMAK Frater Maumere, Intan Hayon mempertanyakan penguasaan bangsa asing melalui usaha budidaya mutiara di Flores Timur.

“Aneh, kita punya kekayaan alam tetapi orang lain yang kuasai. Itu kan berarti kita tidak berdaulat di laut toh?” ujar Intan kepada VoxNtt.Com pada Kamis (9/2/2017) usai Pelatihan Jurnalistik yang digelar Aliansi Wartawan Sikka (AWAS) di Nara Room, Maumere.

Sebelumnya Intan sempat mempertanyakan hal tersebut dalam sesi diskusi usai pemaparan materi “Mengenal Wilayah Laut NKRI” oleh Wadan Lanal Maumere, Letnan Kolonel Wens Kapo.

“Mengapa laut kita punya tetapi orang Jepang atau orang asing lain yang mengelolanya? Apakah kita tidak mampu?,” ungkap siswi kelas XI Bahasa SMAK Frater Maumere ini.

Atas pertanyaannya tersebut, Letnan Kolonel Wens menjawab wilayah laut Indonesia ini sesungguhnya kaya namun terkendala modal, teknologi dan sumber daya manusia.

“Ada kesan seolah kita tidak punya kemampuan. Negara kita tidak mampu mengolah apa yang ada di laut sehingga perlu bekerja sama dengan pihak asing,” ungkap lulusan Fakultas Hukum Unwira Kupang tersebut.

Meskipun demikian, Intan punya pendapat lain.

“Selama ini kan sudah ada banyak anak muda kita yang sekolah harusnya diberi kepercayaan untuk mengelola. Kalau tidak kirim lagi anak-anak muda untuk belajar khusus,”tegasnya.

Perlu diketahui terdapat 3 perusahaan pembudidayaan mutiara di Flores Timur saat ini.

Perusahaan tersebut antara lain PT. Asa Mutiara Nusantara, PT. Camar Sentosa, dan PT. Rosario Mutiara.

Menurut Intan selama ini rakyat Flotim mendapatkan untung dari turut bekerja atau pun dalam bentuk pajak.

“Tetapi pasti akan lebih menguntungkan kalau kita sendiri yang kelola,” tegasnya.

Intan adalah anak muda Flores Timur yang peka terhadap keadaan sekitarnya. Ayahnya, Jhon Hayon berasal dari Solor dan berprofesi sebagai guru di salah satu sekolah menengah atas di Kota Larantuka sementara ibunya berasal dari Witihama Adonara.

Intan mengaku saat kecil sering berkunjung ke Witihama. Dalam perjalanan dirinya melihat lokasi pembudiyaan mutiara.

“Saya tanya di Mama itu apa lalu Mama bilang itu orang Jepang punya mutiara,” tutur alumni SMP Negeri 1 Larantuka ini. Saat ini keluarganya bermukim di Kelurahan Pohon Bao, Larantuka. (Are/VoN).

Flores Timur Sikka
Previous ArticleInilah Harapan Pelajar SMA di Sikka Kepada Wartawan
Next Article Wabup Ngada Sarankan Pers Harus Berimbang

Related Posts

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Gubernur NTT Pastikan Penanganan Gempa Palue Berlanjut

9 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026
Terkini

Ketika Manusia Menghapus Wajah Sesamanya

13 September 2026

Pasien ODGJ Dipasung Selama Dua Tahun di Welak Akhirnya Dibebaskan

12 September 2026

Herman Musakabe Desak Kapolri Ungkap Tuntas Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya

12 September 2026

Ketika Doa Menjadi Kekuatan bagi Penyintas Gempa

12 September 2026

Pekan Depan, Janda Muda Asal Ngada Jalani Sidang Perdana Dugaan Pencemaran Nama Baik

12 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.