Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Dikerjakan Asal Jadi, Rabat Beton di Maras Disoalkan Warga
Regional NTT

Dikerjakan Asal Jadi, Rabat Beton di Maras Disoalkan Warga

By Redaksi14 Februari 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNtt.com-Dikerjakan asal jadi, rabat beton di Desa Maras, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur diprotes warga.

Protes tersebut lantaran rabat ini tidak ada fundasi dan cor langsung di atas tanah tanpa dilapisi batu pecahan.

Warga yang tidak mau disebut namanya mengaku melihat langsung pekerjaan  tersebut. Banyak ketentuan yang dilanggar, hanya agar pekerjaan ini cepat selesai.

“Rabat itu tidak ada pondasinya. Waktu itu mereka hanya pake papan untuk bikin rata kiri-kanannya. Coba saja cek. Parahnya lagi, mereka cor langsung di tanah dan tidak pake kerikil”, katanya.

Menanggapi tuduhan warga, Kepala Desa, Gabriel Gandut yang dihubungi melalui pesan singkat membantah dan menyebut rabat tersebut sudah dikerjakan sesuai rencana.

“Pekerjaan ini tidak salah dan sudah sesuai rencana. Kalaupun ada keluhan warga, itu tidak benar. Coba saja datang cek”, katanya.

Pekerjaan ini sengaja dipersoalkan, lanjut Gandut, lantaran ada pihak yang tidak suka dengan dirinya.

“Mereka itu bukan asli di sini dan sampai saat ini mereka tidak mengakui saya sebagai kepala desa. Tapi tidak apa-apa”, tegasnya.

Secara terpisah, Kepala BPMPD Matim yang dihubungi melalui pesan singkat menegaskan dana yang dialokasikan ke desa harus digunakan untuk kesejahteraan masyarakat. Pemerintah pasti kecewa, jika dana tersebut tidak digunakan dengan baik.

“Jika benar, pemerintah melalui inspektorat akan turun untuk memeriksannya”, katanya

Berdasarkan informasi yang dihimpun VoxNtt.com pada hari Minggu, 12 Februari 2017, volume rabat ini 626M, drainase 258M dan 2 unit deuker yang dibiayai oleh dana desa 2016 sebesar Rp. 595.470.000.
(Ano Parman, VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleSoal Rekrut THL, Wily Nurdin Minta Dinkes Matim Hindari Titipan
Next Article Kapal Motor Penumpang Pulau Ende Belum Kantongi Dokumen

Related Posts

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

‘Gema Mabar’ Diluncurkan, Pemkab Manggarai Barat Fokus pada Ketahanan Pangan hingga Pariwisata Berkelanjutan

2 Juni 2026

Manggarai Barat Dorong Koperasi Desa Merah Putih Beroperasi Meski Belum Punya Gerai

30 Mei 2026
Terkini

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.