Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Posisi Bronjong Tidak Tepat, Warga di Pinggir Kali Lurasik Jadi Korban
Regional NTT

Posisi Bronjong Tidak Tepat, Warga di Pinggir Kali Lurasik Jadi Korban

By Redaksi7 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Banjir kali Lurasik, Desa Boronubean, Kecamatan Biboki Utara, TTU
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,VoxNtt.com– Posisi pemasangan bronjong di bantaran kali Lurasik, Desa Boronubean, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara  (TTU)  dinilai tidak tepat. Warga sekitar kali itu akhirnya menjadi korban langganan banjir.

Hal tersebut diakui Ketua Komisi A DPRD TTU, Agustinus Tulasi kepada VoxNtt.com, Senin (6/3/2017).

Tulasi mengaku, saat sejumlah anggota Komisi A DPRD TTU melakukan monitoring ke Desa Boronubean pada  28 Februari 2017 lalu, menemukan rumah dan tanaman milik warga yang berada di pinggir kali Lurasik tergerus banjir.

Ketua Fraksi Golkar DPRD TTU tersebut menilai, bronjong yang dibangun di kali Boro- Hauteas tersebut arahnya tidak tepat.

Sehingga, air banjir langsung mengarah ke rumah warga. Banjir kemudian merusakkan rumah dan tanaman milik warga.

“Tolonglah SKPD terkait serius tangani hal ini,kasihan rakyat yang berada di pinggir kali ini selalu menderita tiap tahunnya,” tandas Tulasi.

Sebagai solusi, lanjut Tulasi Pemda TTU dalam ini Badan penanggulangan Bencana daerah harus memperbaiki arah  bronjong tersebut.

Harus menambah bentangan bronjong  agar air banjir tidak lagi mengikis pinggir kali yang saat ini jaraknya tinggal tiga meter dari rumah warga.

Dia mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat Biboki Utara agar item kegiatan perbaikan arah bronjong ini bisa diakomodir dalam Musrembangcam  tahun 2017 yang sudah dilaksanakan baru – baru ini.

“Kita akan kawal terus sampai sidang perubahan APBD nanti agar item kegiatan ini dapat terakomodir,” ujar Tulasi. (Eman Tabean/ VoN)

TTU
Previous ArticleIni Perkembangan Penanganan Kasus Malasera di Nagekeo
Next Article Sumbangan Pub di Cepi Watu Untuk PAD Sangat Kecil

Related Posts

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Camat Welak Rutin Datangi Pasien ODGJ, Mandi Bersama hingga Berbagi Cerita

9 Agustus 2026

HUT ke-25 Demokrat, DPC Mabar Soroti Kiprah SBY dan Aksi Peduli Lingkungan

8 Agustus 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.