Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Kades Terpilih Dilantik Serentak, Ini Tanggapan DPRD Matim
VOX DESA

Kades Terpilih Dilantik Serentak, Ini Tanggapan DPRD Matim

By Redaksi25 Maret 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Leonardus Santosa
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Ketua Komisi A DPRD Matim, Leonardus Santoso menanggapi rencana pelantikan kades terpilih yang dilaksanakan serentak pada 30 Maret 2017 di Aula Setda Matim di Lehong.

Ia menilai rencana ini bagus dan efesien terutama dari segi waktu dan biaya.

“Kalau serentak bisa menghemat waktu dan biaya. Bayangkan saja kalau pelantikan dibuat di desa masing-masing pasti waktunya lama. Begitu juga soal dana. Kalau dilantik di desa, maka biayanya pasti besar. Jadi menurut saya ini bagus sekali,” katanya melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/3/2017).

Selain soal efesiensi waktu dan biaya, Santoso juga memandang pelantikan serentak yang terpusat di Ibukota kabupaten ini sangat efektif.

Menurutnya, skenario ini dapat mencegah kemungkinan adanya potensi gangguan keamanan terhadap kelangsungan acara ini.

“Kalau lantik serentak di Lehong, menurut saya bisa meredam kemungkinan potensi konflik. Tapi kalau lantik di desa, bisa saja kemungkinan itu ada. Misalnya, calon yang kalah mengganggu acara ini dengan cara-cara tertentu,” pungkasnya.

Informasi yang dihimpun wartawan, ada 65 kades hasil pemilihan pada 28 Februari 2017 lalu akan dilantik oleh Bupati Matim. Kades yang dilantik nanti akan memangku jabatan selama 6 tahun, terhitung sejak 2017 hingga 2023. (Ferdiano Sutarto Parman/VoN)

 

Manggarai Timur
Previous ArticleBKH Sediakan 5000 Tiket Gratis untuk Penggemar Persami
Next Article Banyak Figur Manggarai Maju Pilgub NTT, Elias Dabur: Itu Positif

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.