Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Akan Jawab Somasi, Kontraktor Taman Kota: Saya Anggap Mereka Bantu Saya
Regional NTT

Akan Jawab Somasi, Kontraktor Taman Kota: Saya Anggap Mereka Bantu Saya

By Redaksi30 Maret 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Proyek Monumen Tsunami dan Taman Kota Maumere
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT- Direktris PT. Gading Landscape Maumere selaku kontraktor dalam Proyek Penataan Taman Kota, Yeni Kabupung menganggap pemborong membantu pekerjaannya.

Oleh karena itu pihaknya akan menjawab somasi tersebut.

“Saya anggap mereka bantu saya,” tegas Yeni melalui telepon pada Senin (27/3/2017).

BACA:Kontraktor Proyek Taman Kota Disomasi Pemborong

Yeni membenarkan bahwa Didimus Terang dan Antonius Dian telah mensomasi dirinya melalui kuasa hukum mereka Petrus A. Sobalokan, SH.

Meskipun demikian, Yeni menyebut tidak ada kesepakatan di antara mereka.

“Somasi mereka tidak benar dan tidak berdasar. Tidak ada hitam di atas putih di antara kami,” tegas Yeni.

Hitam di atas putih yang dimaksudkan Yeni adalah tidak ada kontrak tertulis di antara mereka. Oleh karenanya dia mengaku akan menjawab somasi dari kedua pemborong.

BACA:Kontraktor Proyek Taman Kota Bayar Ijazah Orang Agar Lolos Tender

Yeni menyatakan alasan dirinya tak menandatangani draft sub kontrak dikarenakan penawaran pihak pemborong tersebut merugikan pihaknya.

“Mereka hanya membantu tidak ada pekerjaan apa-apa di situ. Tidak ada satu pun yang mereka kerjakan,” tegas Yeni.

Selain itu, Yeni juga menyebutkan pemborong yang mensomasi dirinya adalah penipu.

“Orang ini penipu. Pokoknya ada bangunan di Nita atau sekitarnya. Silahkan konfirmasi di mereka,” terangnya.

BACA:Terungkap, Perencana Tak Gunakan Regulasi RTH dalam Desain Taman Kota

Selain itu, Yeni juga menyebutkan bahwa pemborong pernah terkait masalah kapling tanah.

“Coba tanya dia tentara mau pukul dia,” terangnya.

Terkait pembayaran Rp 20 juta rupiah itu Yeni membantah itu sebagai bayaran. Ia menyebutnya uang ‘bako’ atau uang rokok.

“Kalau kemudian ada uang yang saya transferkan senilai Rp 20 juta sesuai somasi saya anggap itu tanda terima kasih karena dia pernah membantu saya,” tegas Yeni.

Sebaliknya, Didimus Terang dan Antonius Dian ketika dikonfirmasi media ini pada Selasa (28/3/2017) membantah tudingan Yeni.

Didimus menyatakan tidak benar tudingan terkait proyek mereka di Nita atau pun kapling tanah.

“Saya anggap itu upaya pengalihan topik dan pencemaran nama baik saya,” tegas Didimus.

Antonius Dian menambahkan keduanya tidak hanya menyumbangkan tenaga melainkan juga material dan membiayai pekerja untuk pengerjaan fondasi lavatory dan fondasi panggung monumen.

BACA:Pengawas ‘Kabur’ Ambil Dokumen, Sidang Pansus Taman Kota Ditunda

Material yang dibelanjakan antara lain batu, pasir,air, semen, besi batu merah. Bahkan batu merah, besi dan pasir kemudian dipakai oleh kontraktor setelah kedua pemborong menghentikan pekerjaan.

“Waktu itu kami mau muat kembali tetapi Sony Kabupung (adik Yeni-red) bilang mereka pakai dulu nanti baru dihitung,” terang Antonius. (Are De Peskim/VoN).

Sikka
Previous ArticleDi Nagekeo, Pemerintah Terlantarkan Bangunan SDI Nipado
Next Article Kepala BKKBN NTT Sebut Program KB Bentuk Revolusi Mental

Related Posts

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.