Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Di Ende, Aksi Protes Warga dengan Bermain Bola di Tengah Banjir
HEADLINE

Di Ende, Aksi Protes Warga dengan Bermain Bola di Tengah Banjir

By Redaksi2 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga jalan Ahmad Yani, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan Kabuaten Ende bermain bola di tengah banjir sebagai bentuk protes kepada pemerintah Kabupaten Ende. (Foto : Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Warga jalan Ahmad Yani, RT 02 RW 01, Kelurahan Tetandara, Kecamatan Ende Selatan Kabupaten Ende, Minggu (2/4) malam bermain bola di tengah banjir.

Aksi warga tersebut merupakan bentuk protes yang ditujukan kepada pemerintah karena tidak merespon masalah banjir yang kerap terjadi.

Disaksikan VoxNtt.com, sebanyak delapan pemuda bermain bola voly di tengah banjir. Mereka bermain persis depan salah satu rumah makan.

Sementara kendaraan yang memaksa melintas jalur tersebut diberhentikan secara sepihak oleh warga. Kemudian sebuah mobil tanki air tampak melintang di tengah jalan menanda menghentikan lalu lintas kendaraan.

Aksi sejumlah pemuda yang dimulai sejak sore ditontoni warga sekitar. Beberapa kelompok warga terus menyuport aksi para pemuda tersebut.

Warga lain berdiri di atas trotoar seraya menyaksikan aksi sejumlah pemuda.

Zulkifli, warga setempat mengaku aksi tersebut merupakan bentuk protes warga kepada pemerintah yang berjanji menyelesaikan masalah banjir.

Pemerintah, jelas dia, hanya memberikan sembako kepada warga. Sementara janji untuk menyelesaikan persoalan banjir tidak direalisasi hingga saat ini.

“Kita kesal, karena mereka (pemerintah, red) janji terus. Kami minta perbaiki saluran malah dikasih makanan,”ujar Zul.

Warga lain, Suai Ahmad menuturakan banjir tersebut disebabkan hujan berturut-turut selama tiga hari. Akibatnya, ruas jalan dan sejumlah rumah direndam banjir setinggi 20 cm hingga 60 cm.

Ia mengatakan banjir kerap terjadi setiap musim hujan. Pemerintah hingga saat ini belum menyelesaikan masalah banjir di jalan Ahmad Yani.

“Kami minta supaya buat ulang saluran. Karena semua air akan berakhir disini. Cukup perbaiki itu sajalah,”ungkap Ahmad.***(Ian Bala/VoN).

Ende
Previous ArticleDiduga Gantung Diri, Pria Asal TTU Ini Tewas di Kamarnya
Next Article Mahasiswa Asal Boleng di Jakarta Sumbang Ratusan Buku ke Kampungnya

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.