Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Program Keluarga Harapan di Matim Diduga Tidak Tepat Sasaran
Regional NTT

Program Keluarga Harapan di Matim Diduga Tidak Tepat Sasaran

By Redaksi2 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Program Keluarga Harapan (PKH) yang merupakan program perlindungan sosial dengan memberikan bantuan uang tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di Kabupaten Manggarai Timur diduga tidak tetap sasaran.

Demikian diungkapkan, Herman Jata, warga Manggarai Timur, kepada media ini, Minggu, (02/4/2017). Dia mengungkapkan, banyak penerima PKH yang sudah tidak sesuai dan tidak tepat sasaran.

Kata Herman, parahnya lagi ada penerima PKH bersatus Pegawai Negri Sipil (PNS), aparatur desa, dan pengusaha.

“Kami minta agar penerima PKH tersebut dapat ditinjau kembali, serta harus ada validasi data bagi penerima PKH tersebut, agar penerima PKH tidak salah sasaran,” ujar Herman.

Herman menambahkan, ada indikasi kuat penetapan penerima bantuan PKH itu disalahgunakan.

“Karena itu, saya sebagai masyarakat sangat berharap kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Manggarai Timur untuk dapat mencoret kepala keluarga yang berpenghasilan lebih atau PNS dalam penerima PKH di tahun 2016 ini,” ujarnya.

Kata Herman, lebih baik Dinas terkait atau pendamping PKH segera memindahkan keluarga mampu yang mendapatkan PKH untuk selanjutnya diberikan kepada warga yang memang benar-benar miskin. (Nansianus Taris/VoN).

Manggarai Timur
Previous ArticleTabrak Gerombolan Sapi, Siswa SMKN 1 Aesesa Tewas
Next Article Dugaan Korupsi Tanah Malasera, Mantan Bupati Nagekeo Diperiksa di Medan

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.