Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Belum Dapat Gaji Selama 4 Bulan, Nasib Guru Honor di TTU Terkatung-Katung
VOX GURU

Belum Dapat Gaji Selama 4 Bulan, Nasib Guru Honor di TTU Terkatung-Katung

By Redaksi10 April 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT-Pasca dialihkannya kewenangan pengelolaan SMA/SMK dari pemerintah kabupaten ke provinsi NTT, nasib ratusan guru honorer yang tersebar di 23 SMA/SMK di kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terkatung- katung.

Hingga kini para guru honorer tersebut  belum mendapatkan SK dari gubernur NTT sehingga sejak bulan Januari hingga April 2017 mereka belum mendapatkan gaji dari pemerintah provinsi.

Hal tersebut disampaikan oleh Mikhael Boyfala, seorang guru honorer yang mengabdi di SMK   Suara Timur Tunbaba ketika dihubungi media ini via telpon pada Sabtu (08/04/2017) .

“Untung saja kami masih dibiayai oleh komite sekolah kalau tidak kami mau hidup kermana” tutur guru honorer yang mengabdi sejak tahun 2009 tersebut.

Lebih lanjut  Mikhael menuturkan  bahwa sejak bulan Februari lalu, dirinya dan guru honorer lainnya sudah selesai  mengurus kelengkapan administrasi di kantor  UPTD yang terletak di kota Atambua namun hingga kini dirinya belum mendapatkan informasi terkait kejelasan nasib mereka.

Senada dengan itu, Marselus Kolo, salah seorang guru honorer yang mengabdi di SMAN Miomafo Tengah juga mengeluhkan masalah serupa.

Ketiadaan gaji selama 4 bulan terakhir mengakibatkan rumah tangganya mengalami kesulitan ekonomi. Sejauh ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dia terpaksa bergantung pada pengahasilan yang diperoleh isterinya.

“Tolong ingat kami juga, PNS saja yang terlambat beberapa hari saja kadang masih mengeluh, apalagi kami yang sudah berbulan-bulan tidak terima gaji begini”ungkap Kolo dengan nada kesal.

Lebih lanjut Kolo berharap agar secepatnya pemerintah provinsi NTT dapat memperjelas nasib mereka sehingga tidak berdampak negatif bagi proses belajar mengajar di sekolah.(Eman/VoN)

TTU
Previous ArticleDorong Kebijakan Pro Lingkungan, WTM Gelar Pelatihan Legal Drafting
Next Article Cegah Longsor Susulan, BPBD Ngada Gelar Bakti Sosial

Related Posts

Undhira Bali Pertahankan Tradisi Ibadah Rabuan untuk Perkuat Karakter dan Spiritualitas Civitas Akademika

24 Juni 2026

Mahasiswa Unika Ruteng Latih Siswa SDK Lungar dan SMPN 10 Satarmese Tarian Sae Tiba Meka

14 Juni 2026

Anggota DPRD Manggarai Desak Inspektorat Periksa Proyek Kantor Desa Legu yang Mangkrak 17 Tahun

11 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.