Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Wabup Matim Minta Pejabat Jangan Selingkuh
HEADLINE

Wabup Matim Minta Pejabat Jangan Selingkuh

By Redaksi21 April 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Bupati Matim, Agas Andreas saat memberikan sambutan di depan peserta koperasi di aula Kevikepan Borong, Kamis (20/4/2017)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Wakil Bupati Manggarai Timur (Wabup Matim), Agas Andreas meminta kepada seluruh pejabat di kabupaten itu agar jangan selingkuh dalam hal simpan dan pinjam uang di koperasi.

Agas meminta hal itu saat Rapat Anggota Tahunan (RAT III) KSP Kopdir Abdi Matim Tahun Buku 2016 di Aula Kevikepan Borong, Kamis (20/4/2017).

“Selingkuh yang dimaksudkan itu soal simpan dan pinjam uang. Banyak yang simpan dan kredit di bank. Institusi sendiri diabaikan lari ke institusi lain. Saya anggota koperasi Matim, tidak pinjam di bank. Tetapi yang lain banyak pinjam di bank,” ujar Wabup Matim dua periode itu.

Dikatakan Agas, koperasi itu harus diaudit oleh akuntan publik.

“Seluruh anggota atau pemilik menuntut pengurus koperasi tentang perkembangan koperasi. Bagaimana perkembangan koperasi. Apakah meningkat atau menurun. Pemilik bukan hanya meminjam uang saja. Tetapi harus sama-sama memikirkan kemajuan koperasi,” katanya.

Dikatakan Agas, ke depan Matim harus bentuk koperasi di desa. Milik bersama masyarakat desa.

“Daripada masyarakat terus hidup dalam praktik ijon. Di mana kita utang dengan rendah hati. Lebih baik di desa harus bentuk koperasi,” kata Agas. (Nansianus Taris/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleRuas Jalan Benteng Jawa- Ruteng Putus Total
Next Article Hadapi Gugatan Kontraktor Kantor Disdukcapil, Para Tergugat Akan Didampingi ASN Bagian Hukum

Related Posts

Kasus Dugaan Korupsi Eks Kadis DP3AKB Manggarai Timur Didorong Masuk Ranah Hukum

23 Mei 2026

Warga Rana Mese Titip Harapan Jembatan Permanen di Wae Musur kepada DPRD Matim

22 Mei 2026

Kasus Kekerasan Anak di Manggarai Timur Masih Tinggi, Pemkab Siapkan Kanal “Pro-Puan Matim”

20 Mei 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.