Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»Mahasiswa Sikka Kecam Kekerasan Polisi Terhadap Aktivis di Makassar
MAHASISWA

Mahasiswa Sikka Kecam Kekerasan Polisi Terhadap Aktivis di Makassar

By Redaksi3 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seorang aktivis PMKRI ditangkap oleh polisi saat unjuk rasa hari buruh internasional, 1 Mei 2017. (Sumber foto: Metro TV)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Elemen pemuda dan mahasiswa di Sikka, NTT mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat kepolisian terhadap aktivis di Makassar saat demonstrasi hari buruh internasional, 1 Mei 2017.

Para aktivis dari Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Makassar tersebut direpresif dan ditangkap ketika melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor DPRD kota. Mereka ditangkap kemudian dikurung selama satu malam oleh pihak Polrestabes Makassar.

Baca: PMKRI Ruteng Kecam Aksi Represif Aparat Terhadap Aktivis di Makassar

Presidium Germas PMKRI Maumere, Manuarius Ndambo menyatakan tindakan anarkis tersebut menunjukkan kepolisian bukanlah pengayom dan pelindung masyarakat.

Sebaliknyanya polisi tak ubahnya preman yang mengganggu ketentraman masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum.

Baca: PMKRI Ende Kutuk Tindakan Represif Polisi Makassar Terhadap Aktivis

“PMKRI Maumere mengutuk Polres Makasar dan Polda Sulawesi Selatan yang melanggar hak asasi masyarakatnya,” tegas Manuarius kepada VoxNtt.com saat dihubungi melalui telepon, Selasa (2/5/2017).

Hal senada disampaikan oleh mantan Ketua BEM Universitas Nusa Nipa, Demy Henriques. Menurutnya, kejadian di Makassar tersebut membuktikan kepolisian adalah alat kekerasan negara dan pemodal.

Baca: PMKRI Kupang Kecam Penangkapan Aktivis PMKRI Makasar

“Aksi hari buruh menyuarakan hak-hak buruh yang dikebiri pemodal dan pemerintah. Apabila direpresi aparat kepolisian itu berarti kepolisian hanya lah penjaga modal,” tegas Demy yang adalah aktivis LMND Sikka itu saat ditemui di sela-sela aksi Hardiknas yang dilakukan LMND Sikka di depan Kampus Unipa Maumere, Selasa.

Sementara itu, pegiat Lingkar Nusa, Julius Kasimo menilai kejadian yang menimpa para aktivis PMKRI di Makasar bukanlah hal baru. Kekerasan sering dialami para aktivis di seluruh Indonesia.

Ia pun menyayangkan sikap kepolisian dari Polrestabes Makassar tersebut. Sebab menurut Julius, hak menyampaikan pendapat di muka umum dilindungi undang-undang. Selain itu, kepolisian pun diatur dengan Protap HAM dalam menjalankan tugasnya.

“Polda Sulawesi Selatan wajib menindak tegas anggotanya yang tidak mengindahkan kaidah-kaidah HAM dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya. (Are De Peskim/VoN)

Sikka
Previous ArticleDemi Memotivasi Muridnya, Guru di TTU Ini Rela Pinjam Uang di Koperasi
Next Article Hardiknas 2017, LMND Sikka Serukan Cabut UU Sisdiknas dan Dikti

Related Posts

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.