Peserta kaderisasi LMN NTT
alterntif text

Kupang, Vox NTT– Liga Mahasiswa Nasional Demokrat (LMN) NTT menyelenggarakan pendidikan pratama untuk calon anggota yang dimulai tanggal 04 Mei sampai 07 Mei 2017 di Aula serba guna Citra Husada,Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Kegiatan yang diselenggrakan oleh Komite Wilayah LMN ini bertujuan untuk melakukan proses rekrutmen dan pendidikan kader sebagai bagian dari upaya investasi kader yang berideologis dan militan.

Ketua Komite Wilayah NTT, Yuvensius Tukung pada Jumat (5/5/2017) di lokasi kegiatan mengatakan organisasi di bawah pimpinannya itu tidak sekadar sebagai organisasi sayap Partai Nasdem, tetapi LMN adalah sebuah kumpulan intelektual Partai yang mempunyai peran sangat strategis dan penting bagi partai Nasdem ke depannya.

“LMN adalah tulang punggung Partai Nasdem, yang mengawal peroses perjuangan restorasi. Kita juga mempunyai tugas berat untuk mengontrol Partai Nasdem secara internal dan menyuplai kader-kader berintelek dan beridealis” tegasnya.

Namun demikian Anggota DPRD termuda di Kota Kupang ini mengatakan peran sebagai tulang punggung Partai itu tidaklah mudah dan melalui proses yang panjang.

Karena itu menurut dia Pendidikan Pratama merupakan langkah awal bagi calon anggota untuk menempuh proses yang panjang itu.

Dia menambahkan momentum pendidikan pratama juga sekaligus ajakan untuk mahasiswa di NTT dalam membangun kesadaran politik kaum muda dan mahasiswa, sehingga orang muda dan mahasiswa mampu terlibat sebagai pelaku pembangunan di NTT.

LMN Lawan Radikalisme

Di sela-sela dikusi dengan Para peserta dia juga menyampaikan bahwa LMN sebagai kumpulan orang muda dan mahasiswa intelektual nasionalis terus mencermati kondisi bangsa belakangan ini dimana organisasi radikal kian bertumbuh subur.

“Kita (LMN) ikut dan terus mencermati kondisi bangsa belakangan ini, kita melihat gerakan radikalisme sudah bermunculan, ini tentu saja sangat mengganggu kestabilan politik nasional dan berdampak pada interaksi sosial bangsa ini. Karena itu kami sangat mendukung langkah pemerintah untuk mematikan seluruh gerakan dari organisasi, semisal FPI dan HTI yang akhir-akhir ini mulai menampakan diri” tegasnya.

Khusus untuk NTT, LMN juga mendukung penuh serta mendorong Gubernur NTT, Frans Lebu Raya untuk membubarkan semua organisasi radikal yang di NTT.

“Kita harus memastikan bahwa Pancasila tetap berdiri kokoh di bangsa ini, termasuk di NTT sebagai daerah yang sangat menjunjung tinggi keberagaman” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Ketua Bapilu Partai Nasdem NTT, Alex Ena, Ketua PMKRI Cabang Kupang Kristoforus Mbora dan Asisten III Setda NTT, Ben Polomaing yang mewakili Gubernur membuka kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya Polomaing menyampaikan apresiasi terhadap mahasiswa yang bergabung dalam LMN, sebagai bentuk keterlibatannya dalam membangun bangsa.

Apresiasi yang sama juga disampaikan Alex Ena karena mahasiswa telah secara berani memilih bergabung dengan LMN dan Partai Nasdem. Ena pun berharap agar pada pemilihan legislatif 2019 nanti ada anggota LMN yang ikut mencalonkan diri.

Adapun Ketua PMKRI, Kristoforus Mbora mengajak mahasiswa LMN untuk bergandengan tangan mengawal pembangunan bangsa dengan tidak anti politik.

“Sebagai kaum muda yang terlibat dalam organisasi gerakan, memang kita garus melek politik dan peka terhadap setiap kondisi sosial” Ujar Kristo.

Kristo juga mengajak untuk mendukung Gubernur NTT membubarkan organisasi radikal yang ada di NTT dan menolak yang datang dari luar untuk mendirikan organisasi yang sama di NTT. (Boni Jehadin/VoN)