Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Jika Jadi Gubernur, Tagu Dedo Undang KPK Setelah Lantik
NTT NEWS

Jika Jadi Gubernur, Tagu Dedo Undang KPK Setelah Lantik

By Redaksi13 Mei 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Daniel Tagu Dedo (baju kotak) bersama Dr. Ignas Iryanto Djou saat mengikuti acara seribu lilin di Taman Bung Karno Ende (Foto: Ian Bala)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Bakal calon Gubernur NTT Daniel Tagu Dedo berkomitmen untuk bebas korupsi jika dirinya terpilih memimpin NTT.

Hal ini ia tanggap setelah ditanya awak media di Hotel Grand Wisata Jalan Kelimutu Ende Flores, Jumad (12/5/2017) siang.

Berdasarkan data yang dihimpun, tren kasus korupsi terbesar di Indonesia pada tahun 2015 salah satunya Provinsi NTT.

Data Indonesia Corruption Watch (ICW) di NTT kerugian negara akibat korupsi mencapai Rp 4,1 Miliar. Angka korupsi ini lebih kecil dari Provinsi Sumatera Utara yang diketahui sebesar Rp 120, 6 Miliar dan nilai suap sebesar Rp 500 juta.

Atas dasar ini, Bacagub NTT Tagu Dado menyatakan siap bekerja sama dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK).

“Kalau saya jadi (gubernur, red), dua minggu setelah lantik saya undang KPK,”tegas Daniel.

Ia menjelaskan kehadiran KPK tidak sekedar membuat pakta integritas. Tetapi bekerja sama sebagai konsultan hukum.

Mantan Dirut Bank NTT ini berkomitmen untuk membebaskan jajaran birokrasi dari segala bentuk korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Saya tidak mengatakan kalau daerah kita terkorup. Tapi ini yang kita baca di sejumlah media yang dijelaskan oleh penegak hukum. Nah, kita akan upayakan agar bebas (korupsi),”katanya.

“Ya, karena kita mau take off. Kita mau eksekusi membangun yang besar. Maksudnya supaya pembangunan kita tidak terganggu dengan hal-hal yang tidak diinginkan,”tutur Daniel. (Ian Bala/VoN)

Ende
Previous ArticleTernak Masih Lepas di Hale, WTM dan Pemerintah Bentuk Perdes
Next Article Polisi Temukan Barang Bukti di Dalam Rutan Bajawa

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.