Sawah milik petani yang disapu longsor (Foto: Hermenigildus Jehadut)
alterntif text

Borong, Vox NTT- Empat hektar sawah milik petani di Kampung Keok dan Ras, Desa Golo Meni, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) dipastikan gagal panen karena terkena longsor pada saat hujan bulan Maret tahun 2017 lalu. Akibat bencana tersebut, petani di desa itu terancam kelaparan.

Hermenigildus Jehadut, Kepala Desa Golo Meni kepada VoxNtt.com via telepon, Kamis (18/5/2017) mengatakan, akibat hujan yang turun pada bulan Maret lalu menyebabkan longsor di daerah sawah Keok dan Ras

Longsor tersebut meyapu bersih petak sawah.  Yang sangat parah sawah milik  Andreas Juni, Lorensius Nadu dan lima kepala keluarga lainnya.

Menurut Jehadut longsor sangat besar dan panjang menghancurkan lahan sawah milik petani.

“Apalagi tanaman padinya hampir bunga. Kondisi sawah di tempat kemiringan sehingga tidak bisa diperbaiki, selain itu material batu, kayu dan tanah menutup tanaman padi,” kata Jehadut.

Sawah milik petani yang disapu longsor (Foto: Hermenigildus Jehadut)

Lanjut Jehadut, pasca longsor pihaknya langsung memberikan infomasi secara lisan kepada BPBD yang disusul dengan laporan tertulis.

Namun, hingga saat ini belum ada tindakan dan bantuan kepada para petani yang terkena dampak tanah longsor tersebut.

Dia mengatakan para petani berharap kepada Pemerintah Matim segera membantu mereka yang terkena bencana.

“Saat ini sangat membutuhkan bantuan. Selain itu, diharapkan bisa membangun saluran permanen dibagian hulu sawah. Sebab saat ini air mengali di jalur bekas tanah longsor dan jika tidak dibangun saluran permanen cepat atau lambat sawah milik petani akan digerus air yang menyebabkan terjadi longsor,” kata Jehadut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak BPBD Matim belum berhasil dikonfirmasi. (Nansianus Taris/VoN)