Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Hujan Lebat, Jalan Jerebu’u- Aimere Tertutup Longsor
Regional NTT

Hujan Lebat, Jalan Jerebu’u- Aimere Tertutup Longsor

By Redaksi6 Juni 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Hujan Lebat, Jalan Jerebu’u- Aimere Tertutup Longsor
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Bajawa, Vox NTT-Akibat hujan mengguyur beberapa hari belakangan ini, separuh badan jalan penghubung antara Kecamatan Jerebu’u- Inerie- Aimere tertimbun longsor.

Itu terutama longsor sebanyak empat titik di jalan sepanjang Kampung Guru Sina, Desa Watu Maru, Kecamatan Inerie.

Maksi Deu dan Agustinus, dua Kecamatan Inerie mengatakan‎ akibat material longsor yang menimbun separuh badan jalan, arus lalu lintas menuju Kecamatan Inerie dan Kecamatan Aimere macet. Kendaraan yang melewati daerah longsor itu terpaksa harus melaju bergantian.

Dikatakan, arus lalu lintas m‎ulai normal ketika warga sekitar bersama pegawai dari Dinas Pekerjaan Umum Ngada datang membersihkan longsoran.

“Kalau tidak datang bersih mungkin rombongan Bupati Ngada yang mau resmi kantor camat Inerie tidak bisa lewat,” kata mereka yang ditemui VoxNtt.com di lokasi longsoran, Selasa (6/6/2017).

‎Mereka menambahkan, bencana longsor kerap terjadi di daerah kecamatan Aimere dan Kecamatan Inerie setiap musim penghujan.

Masalah longsor di lokasi itu tidak bisa diatasi secara manual karena tinggi bukit mencapai 50-an meter.

Karena itu, Maksi dan Agustinus menghimbau pada pengguna jalan, agar berhati-hati melintasi jalan tersebut di saat hujan. Hal itu karena tanah di sekitar jalan labil sehingga berpotensi longsor saat hujan deras.‎ (Arkadius Togo/VoN)

Ngada
Previous ArticleHadir Resmikan Kantor Camat Inerie, Bupati Ngada Gunakan Motor Trail
Next Article Ini Alasan Fery Adu dan Kuasa Hukumnya Bertemu Wakapolres Mabar

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.