Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Feature»Semua Karena Cinta
Feature

Semua Karena Cinta

By Redaksi7 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ngada, Vox NTT-Sudah puluhan tahun, kakek tua ini melewati lorong-lorong dan keluar masuk rumah warga di dalam kota Bajawa, Kabupaten Ngada, NTT.

Walau dengan langkah yang tertatih-tatih, pria yang kini berusia 86 tahun ini tak sedikit pun malu menawarkan kacang goreng dari satu rumah ke rumah.

Satu plastik kacang goreng dijualnya dengan harga Rp.5000.

Itulah perkerjan rutin kakek Thomas Liko Nu’a, warga Bolonga Boamanu‎, Kabupaten Ngada.

Walaupun di usianya yang makin renta, dirinya tetap semangat memikul kacang tanah mengelilingi kota Bajawa.

Kecintaannya kepada keluarga adalah alasan utama yang membuatnya tetap setia menekuni pekerjaan itu.

Kakek Thomas saat ditemui Voxntt.com di belakang Gereja St. Yoseph Bajawa‎ Selasa (6/6/2017) pagi mengaku dirinya sudah puluhan tahun jual kacang goreng keliling dalam kota Bajawa.

Hasil jualannya itu untuk membeli makan minum dan membiayai cucunya yang sedang kuliah. Sedangkan sisanya, dia menabung di koperasi.

“Dari hasil jualan kacang saya pakai untuk beli makan minum harian, sisanya saya pakai untuk bantu sewa kuliah cucu saya yang kuliah di Kupang. Sekarang cucu saya sudah habis kuliah dan sudah kerja” pungkasnya.

Walaupun mengaku pekerjaannya itu dianggap remeh oleh kebanyakan orang, dia menampiknya.

“Saya tetap jualan kacang keliling karena saya maunya kerja itu yang halal dan baik-baik. Jadi kalau bekerja jangan merasa beban. Saya tidak merasa susah dengan berjalan keliling kota. Saya hanya punya harapan kalau ada orang yang baik hati untuk saya” kata kakek Thomas.

Tak hanya itu ternyata hasil jualan kacang tanah ini juga disisihkan untuk biaya sekolah cucu-cucunya yang lain.

Menurut dia, kacang mentah dibelinya per karung seharga Rp. 850.000. Kacang mentah itu kemudian direbus dan digoreng.

Selanjutnya dikemas ke dalam kantong plastik untuk dijual.

Dari Rp. 850.000 sang Kakek berhasil mengumpulkan total penjualan keliling sekitar Rp. 1 juta. Artinya dari satu karung dia hanya untung 150 ribu rupiah.

Disinggung soal kondisi kesehatannya, Kakek tua yang sudah lama ditinggalkan sang istri beberapa tahun silam ini mengaku jarang kena sakit walau beban hidupnya bertambah.

“Hidup itu harus berusaha, jangan hanya duduk-duduk karena duduk-duduk itu tidak enak, yang enak adalah bekerja dan bekerja halal. Pekerjaan apapun akan terasa mudah kalau kita lakukan dengan cinta” pungkasnya. (Arkadius Togo/Von).

Previous ArticleMenuju NTT 1, Robert Marut Bertemu Ayub Titu Eki
Next Article Penyidikan Perkara 5 Guru SMK Mathilda Nagekeo Sudah P21

Related Posts

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026

SPPG Oebobo TDM Tidak Beroperasi Sementara, Pengelola Sebut Kendala Pengadaan Bahan Baku

9 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026
Terkini

Sensus Ekonomi 2026: Mengapa Kita di NTT Tidak Boleh Asal Memberi Jawaban?

13 Juni 2026

Muskab PBVSI Sikka Tetapkan Rofinus Luer sebagai Ketua Umum Periode 2026–2030

13 Juni 2026

Hati Tak Bernoda: Istana Kasih dan Bait Allah Penemuan Diri

13 Juni 2026

Jejak Rokok Ilegal Helium di Nagekeo: Beredar Bebas, Polisi Menunggu Laporan

12 Juni 2026

Hampir Sebulan Jebol, Crosway Wae Musur Hilir Belum Ditangani Pemkab Manggarai Timur

12 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.