Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Tahun 2016, Penderita TB di Kota Kupang Mencapi 342 Kasus
Regional NTT

Tahun 2016, Penderita TB di Kota Kupang Mencapi 342 Kasus

By Redaksi24 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kemenkes RI, Tri Joko, Kabid P2P Pada Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuni, sedang memaparkan materi workshop kepada para kelompok dan peserta di Hotel Kristal Kupang-NTT
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kota Kupang, Vox NTT-Tuberculosis atau yang sering disebut TB adalah salah satu penyakit berbahaya yang dapat menular ke 10 hingga 15 orang setiap tahun apabila tidak segera diobati.

Demikian disampaikan Wakil Walikota Kupang, dr. Herman Man, saat membuka kegiatan Workshop penyusunan road map penanggulangan TB 2018-2022, Kota Kupang NTT, Selasa (20/06/2017) di Hotel Kristal, Kupang-NTT.

Herman Man mengatakan, data menunjukkan bahwa pada tahun 2013 terdapat 333 kasus, pada tahun 2014 menurun sebanyak 309.

Sementara tahun 2015 kembali meningkat menjadi 312 kasus dan tahun 2016 sebanyak 342 kasus.

Herman Man menambahkan, penemuan pasien TB dilakukan melalui serangkaian kegiatan, mulai dari penjaringan terhadap terduga pasien TB, pemeriksaan fisik dan laboratoris guna menentukan diagnosis, klasifikasi penyakit dan sampai pada pengobatan.

Serangkaian kegiatan tersebut, kata dia, masing-masing memerlukan perhatian agar penanggulangan TB di Kota Kupang bisa berhasil sehingga ikut berkontribusi dalam misi Indonesia bebas TB di tahun 2035.

“Banyaknya penderita TB di Kota Kupang diakibatkan adanya urbanusasi, orang tidak tau kalau pengobatan TBC itu gratis, tidak dipungut biaya asalkan dia mau berobat rutin setiap bulan. Selain itu peranan masyarakat tidak peduli dengan pederita TBC yang ada disekitar mereka, sehingga perlu ada koordinasi dengan Ketua RT, Lurah dan Camat pada setiap wilayah,”ungkapnya.

Kegiatan workshop ini diprakarsai oleh Perdhaki Keuskupan Agung Kupang, dihadiri Kepala Perdhaki Keuskupan Agung Kupang, Rm. Ambrosius Ladjar, Kemenkes RI, Tri Joko, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Ari Wijaya, Kabid P2P Pada Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuni, Fasilitator pada Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ni Putu Yuni Parwati, serta  Bappeda Kota Kupang, Badan Keuangan Kota Kupang, KPA dan Lembaga NGO se-Kota Kupang. (Mou/VoN).

Kota Kupang
Previous ArticlePerjuangan Rofinus Telah Usai, Jenazahnya Dikremasi, Abunya Diantar ke Ende
Next Article BKH Inginkan Futsal Jadi Olahraga Favorit di NTT

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.