Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Soal Kebutuhan Guru SDN Watulagar, Dinas PKO Sikka Diminta Perhatikan Pemerataan
VOX GURU

Soal Kebutuhan Guru SDN Watulagar, Dinas PKO Sikka Diminta Perhatikan Pemerataan

By Redaksi30 Juni 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Komite Sekolah SDN Watulagar, Desa Watumerak, Kecamatan Doreng meminta agar Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Sikka untuk memperhatikan solusi alternatif. Hal ini berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan guru ASN di SDN Warulagar.

“Tidak meratanya distribusi guru merupakan masalah utama. Jadi sebaiknya Dinas PKO melihat ke sekolah mana yang berlebihan guru agar dimutasi ke sekolah yang kekurangan guru,” ujar Yozh Andreas Woda, ketua Komite SDN Watulagar kepada VoxNtt.Com pada Kamis (29/6/2017).

Ini merupakan tanggapan terhadap penjelasan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka terkait keterbatasan guru ASN di Sikka. 

Sebelumnya, pihak Komite Sokolah SDN Watulagar meminta Dinas PKO Sikka agar menetapkan Kepala Sekolah definitif dan menambah jumlah guru di sekolah tersebut.

“Barangkali benar bahwa jumlah guru terbatas. Akan tetapi, kami menemukan ada juga sekolah yang berlebihan jumlah guru ASN,” terangnya.

Ia lantas memberi contoh kondisi perbandingan guru dan murid pada SDN Waihei yang juga berada di Kecamatan Doreng. 

Menurutnya, dengan jumlah kelas yang sama, guru ASN di SDN Waiheli jauh lebih banyak dibanding SDN Watulagar sementara jumlah murid SDN Watulagar lebih banyak.

“Di SDN Waiheli ada 5 guru ASN sementara jumlah murid hanya 53, sementara dengan jumlah murid 67 orang SDN Watulagar hanya diberi 1 guru ASN,” tegasnya.

Menurutnya, jumlah murid dipastikan akan bertambah di tahun ajaran baru ini dengan hadirnya murid baru. Begitu pula dengan jumlah rombongan belajar yang akan bertambah 1 kelas. 

Oleh karenanya, dirinya berharap Dinas PKO Sikka akan memperhatikan alternatif lain selain mengeluh terkait kekurangan guru.

Sebelumnya, Kadis PKO Sikka, Simon Subandi pada Kamis (22/6/2017) lalu mengatakan mutasi baru akan dilakukan pada tahun ajaran baru. Selain itu, Simon juga mengeluhkan persoalan keterbatasan guru. 

Terkait pemenuhan kebutuhan guru ASN pada SDN Watulagar, Simon belum bisa memastikan apakah akan ada penambahan guru atau kah tidak. Sementara itu, terkait Kepala Sekolah yang masih berstatus pelaksana tugas, Simon menyatakan akan menempatkan guru ASN.

Perlu diketahui, sebagian besar murid SDN Watulagar merupakan anak-anak yang tinggal berbatasan dengan hutan lindung Egon Ilimedo tepatnya di Dusun Watulagar, Desa Warumerak, Kecamatan Doreng, Sikka. 

Para guru dan tokoh masyarakat setempat berinisiatif mendirikan sekolah tersebut untuk memudahkan akses pendidikan bagi anak-anak petani di wilayah tersebut. (Are de Peskim/VoN).

Yozh Andreas Woda, ketua Komite SDN Watulagar

Sikka
Previous ArticleRivani Bistolen Sebut Keunikan Budaya Merupakan Keunggulan Wisata NTT
Next Article Anomali Cuaca, Produksi Cengkih di Matim Diprediksi Menurun

Related Posts

Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa, Begini Kronologinya

17 April 2026

Guru MAN 1 Manggarai Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Siswa

12 April 2026

BKD NTT Sebut Surat Koordinasi Jelang Pelantikan Kepsek Hoaks, 104 Calon Tetap Dilantik

24 Maret 2026
Terkini

Karya untuk Makan dan Minum dalam Persekutuan Tubuh dan Darah Kristus

7 Juni 2026

Gabriel Goa Desak Penuntasan Kasus TPPO Mariance Kabu dan Yuliana Dopo

6 Juni 2026

Ahli Waris Yakin PN Kupang Putus Objektif Gugatan Peralihan Sertifikat dan Rumah

6 Juni 2026

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.