Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Terkait PSB, Kadis PK Belu: Tidak Boleh Ada Pungutan Biaya
Regional NTT

Terkait PSB, Kadis PK Belu: Tidak Boleh Ada Pungutan Biaya

By Redaksi3 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis PK Belu, Marsianus Loe. (Foto: Marcel Manek/voxntt)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Dalam rangka  Penerimaan Siswa Baru (PSB) pada jenjang pendidikan SD dan SLTP di Kabupaten Belu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Marsianus Loe menegaskan agar tidak ada sekolah yang memungut biaya saat proses pendaftaran siswa.

Hal ini disampaikan Marsianus ketika ditemui Vox NTT di ruang kerjanya Senin, (03/07/2017).

“Sesuai ketentuan pemerintah, kita menyarankan agar semua sekolah tidak memungut biaya pada saat proses penerimaan siswa baru. Hal ini agar akses bagi setiap anak Belu terhadap pendidikan dasar bisa terpenuhi” tegas Marsinus.

Lebih lanjut, dirinya menghimbau semua stakeholder terkait untuk pro-aktif dalam mengawal proses penerimaan siswa baru di kabupaten Belu.

Marsianus menambahkan bahwa untuk tahun pelajaran 2017-2018, Dinas Pendidikan menargetkan 5000 anak yang baru tamat Sekolah Dasar (SD) dapat melanjutkan pendidikan ke tingka SLTP.

“Kita mau supaya setiap anak Belu yang baru tamat SD ini bisa melanjutkan pendidikan agar mereka bisa mempersiapkan masa depan mereka sebagai generasi penerus Belu,” jelas Loe.

Ditanya soal strategi untuk mencegah praktek-praktek yang akan merugikan calon siswa dan orang tua, Marsianus menegaskan bahwa Dinas Pendidikan sudah membangun koordinasi dengan semua stakeholder terutama orang tua agar mengawal proses penerimaan siswa baru.

Selain meminta orang tua untuk mengawal proses penerimaan siswa baru, Loe juga menghimbau agar setiap orang tua berpartisipasi aktif untuk mempersiapkan masa depan anak-anak.

“Orang tua jangan sampai terlambat mempersiapkan masa depan anak-anak. Karena itu, kita harus saling bahu membahu menciptakan generasi Belu yang siap” kata Marsi. (Marcel Manek/VoN).

Belu
Previous ArticleDiduga Lakukan Pungli Ratusan Juta, Oknum Kepsek di TTU Terancam Dipecat
Next Article Pemkab Sikka Segera Dukung Nong-Nona Maumere

Related Posts

Pengda INI dan IPPAT Manggarai Barat Sosialisasikan Hukum Pertanahan di Desa Batu Cermin

9 Juli 2026

Pater Gabriel Meo Rayakan 40 Tahun Imamat, Umat dan Pemerintah Hadiri Misa Syukur di Kererobbo

9 Juli 2026

Musda IV Partai Golkar Nagekeo, Jalan Mulus untuk Robby Tulus

5 Juli 2026
Terkini

Kompak Indonesia Desak Kejati NTT Supervisi Kasus Dana BOK Puskesmas Benteng Jawa

14 Juli 2026

Dua Siswa SMPN 10 Poco Ranaka Lolos OSN Provinsi, Wakili Manggarai Timur

14 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026

Kesuburan  “Tanah” Hidup: Sinergi Sabda, Hati, dan Kelestarian Ekologis

12 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.