Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX DESA»Penegak Hukum Diminta Segera Periksa Proyek Air Bersih Gezu-Ulu Pulu
VOX DESA

Penegak Hukum Diminta Segera Periksa Proyek Air Bersih Gezu-Ulu Pulu

By Redaksi14 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kades Ulu Pulu 1, Emilianus Meze
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Kepala Desa Ulu Pulu 1 kecamatan Nangaroro kabupaten Nagekeo, Emilianus Meze meminta aparat penegak hukum segera memeriksa proyek rehabilitasi total sarana air bersih Gezu sampai Ulu Pulu.

Proyek tersebut dikerjakan pada tahun 2016 dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp 1,2 Miliar lebih.

Kades Emil menilai proyek air minum bersih Gezu-Ulu Pulu mubazir.

Pasalnya, sampai saat ini warga hanya menikmati udara yang dikeluarkan dari pipa, tidak ada air.

‎Padahal warga Ulu Pulu 1 kerap mengeluhkan krisis air bersih setiap tahun.

‎Menurut Emil, air bersih tidak jalan dalam pipa disebabkan karena perubahan jalur pipa yang tidak sesuai hasil survei dari teknis dari Dinas PU Provinsi NTT.

Selain terjadi perubahan jalur pipa, rekanan proyek diduga melakukan rekayasa pembangunan bak air. Kontraktor menggantikan viber ukuran 1.100 liter satu buah yang ditempatkan di Masulewa Desa Ulu Pulu.

“Padahal harus ada bak tetapi mereka beli viber untuk ganti bak,” jelas Kades Emil kepada VoxNtt.com di halaman Kantor Bupati Nagekeo, Jumat (14/7/2017).

Parahnya lagi, kata dia, bak pembagi air digeser sejauh 300 meter dari lokasi yang disurvei awal.

Akibatnya, tekanan air tidak maksimal sehingga debit air berkurang.

Padahal berdasarkan hasil analisa deteksi alat teodolit dan alkimeter menunjukkan adanya perbedaan ketinggian antara sumber mata air dan bak resivoar. Dan itu sangat layak dibangun di loksasi survei awal.‎

“Atas kejadian itu masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih,” ungkap Emil.

Dia mengatakan, atas kondisi itu pihaknya sudah pernah menyampaikan kepada rekanan bernama Vanci Suka untuk memperba‎iki.

Bahkan sempat panggil berkali-kali untuk ketemu di kantor desa Ulu Pulu 1. Namun sampai saat ini rekanan tidak datang.

“Mereka sempat datang untuk meminta supaya bisa menyelesaikan masalah. Namun karena jaringan air bersih itu tidak sesuai servei awal, saya tidak mau,” kata Kades Emil.‎ (Arkadius Togo/VoN)

Nagekeo
Previous ArticlePolres Manggarai Diminta Segera Periksa Kades Waling
Next Article Wisatawan Asal Singapura Belum Ditemukan, Hari Ketiga Pencarian Gunakan Helikopter

Related Posts

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.