Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pembangunan Cross Way di Wae Musur Tersendat, Formasmur: Jangan Tunggu Ditekan
NTT NEWS

Pembangunan Cross Way di Wae Musur Tersendat, Formasmur: Jangan Tunggu Ditekan

By Redaksi28 Juli 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pembangunan limpasan di Wae Musur yang belum tuntas
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pembangunan cross way atau limpasan di Wae Musur kecamatan Rana Mese sejak bulan Mei lalu hingga kini belum tuntas.

Proses pembuatan limpasan itu masih belum sesuai dengan harapan masyarakat di sebelah barat Wae Musur. Sebab, belum bisa dilalui kendaraan dan menggunakan jembatan darurat.

Koordinator Forum Masyarakat Sebelah Wae Musur (Formasmur), Edi Ejo kepada VoxNtt.com, Kamis (26/7/2017) di Wae Musur mengatakan sudah hampir empat bulan pembangunan limpasan ini belum juga tuntas.

Menurut dia, tersendatnya pembangunan limpasan itu membuktikan pemerintah hanya sekedar menghibur warga. Sebab, pemerintah dinilai membangun tidak dengan tulus.

“Tidak ada lagi aktivitas untuk melanjutkan pembangunan limpasan ini. Mungkin harus ditekan lagi. Jangan membangun karena ditekan dan hanya untuk menghibur masyarakat. Harus dari hati,” ujar Ejo.

Dia menegaskan, apabila dalam waktu dekat Pemkab Matim tidak melanjutkan pekerjaan limpasan itu, maka Formasmur akan melakukan aksi untuk mendesak tuntaskan pembangunan limpasan di Wae Musur.

“Mungkin selama ini kami diam. Makanya mereka juga tidur lelap. Kami tidak mau dibohongi. Pembangunan ini harus sampai tuntas. Karena sudah sekian lama masyarakat sebelah Wae Musur menderita akibat ulah pemerintah,” tegasnya.

Pantauan VoxNtt.com di lokasi, tidak ada aktivitas pembangunan lanjutan limpasan di Wae Musur. Warga dan kendaraan terpaksa melintasi jembatan bambu yang dibuat warga. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleSuporter Perse Ende Bantu Persap Alor “Usir” Persami dari Marilonga
Next Article Dalam Sebulan UPT Kehutanan TTU Sita 10 Kubik Sonokeling Hasil Ilegal Loging

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.