Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Korban yang Ditabrak Traktor Minta Pelakunya Diproses Hukum
Regional NTT

Korban yang Ditabrak Traktor Minta Pelakunya Diproses Hukum

By Redaksi13 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Indra Pramana, korban masih terbaring di tempat tidur di rumahnya (Foto: Nansianus Taris/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Indra Pramana, korban tabrakan traktor yang diduga dikendarai oleh oknum PNS di Dinas Pertanian Manggarai Timur (Matim) pada tanggal 19 Agustus lalu meminta pelakunya untuk diproses secara hukum.

Indra sendiri merupakan siswa kelas 9 SMPN 1 Borong yang berasal dari Kampung Watu Ipu, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong-Matim.

“Saya berharap dia (pelaku) diproses secara hukum,” kata Indra kepada VoxNtt.com di kediamannnya, Rabu (13/9/2017).

Ibu korban, Siti Nurfahdi mengaku selama ini pelaku atau pun orangtuanya belum pernah datang menjenguk untuk melihat kondisi Indra yang menjadi korban penabrakan.

“Sejak hari kejadian sampai hari ini, pelakunya belum pernah ke sini. Keluarganya juga tidak. Datang minta maaf atau mau omong secara keluarga juga tidak. Yang pernah ke sini itu, paling kepala dinasnya. Juga pihak kepolisian,” tutur Ibu Siti.

Dia berharap, pelaku standing traktor pada hari pawai pembangunan HUT RI hingga menyebabkan Indra luka tersebut mesti ditindak tegas.  Apalagi pelakunya adalah PNS.

“Mesti ditindaktegas supaya ada efek jeranya. Anak saya juga kepada kepolisian meminta agar pelakuya diproses secara hukum,” kata Ibu Siti.

Sejak peristiwa itu menimpa anaknya, Siti berusaha mengobatinya dengan bantuan medis dan obat tradisional.

Namun, kondisi anaknya yang diduga patah tulang paha kananya. Sampai saat ini belum pulih.

Baca: Diduga Mabuk, Oknum PNS di Matim Berbuat Ulah Saat Pawai Pembangunan

Ibu Siti menambahkan, sejak tanggal 19 Agustus lalu anak Indra belum bisa ke sekolah, karena kondisinya belum pulih. Pihak sekolah sudah mengetahui kondisi Indra yang menjadi korban tabrakan oknum PNS di Dinas Pertanian Matim.

“Kepala sekolah, wali kelas, dan juga guru-guru sudah tahu kondisi anak saya. Mereka memaklumi itu. Karena ini tidak disengajakan,” kata Ibu Siti. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleAroma Kopi Hokeng yang Bakal Hilang
Next Article Rencana Pembangunan Mushola di RSUD T.C. Hillers Maumere Diapresiasi

Related Posts

Kompak Indonesia Desak KPK Audit Dugaan Korupsi Proyek RSUD Borong Rp19,4 Miliar

19 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.