Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemkab Manggarai Tak Hirau Protes Pedagang Pasar Ruteng
Regional NTT

Pemkab Manggarai Tak Hirau Protes Pedagang Pasar Ruteng

By Redaksi16 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Situasi pembangunan ruko di Pasar Inpres Ruteng
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pemkab Manggarai kembali membangun gedung dua lantai di Kompleks Pasar Inspres Ruteng. Lantai satu yaitu tempat parkir kendaraan sedangkan lantai dua sebagai ruko.

Geliat pembangunan gedung itu sudah mulai. Saat ini, pekerja sedang memasang besi beton untuk pembuatan fondasi bangunan.

Sedangkan, pedagang yang sebelumnya berdagang di tempat itu sementara dipindahkan ke tempat lain sampai pembangunan selesai.

Anggaran pembangunan gedung tersebut bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Alokasi Umum (DAU) 2017 sebesar Rp. 2.955.685.000 dan dikerjakan oleh PT Lando Arlicae Jaya.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Manggarai, Venansius Burhan kepada VoxNtt.com Selasa (12/9/2017) mengatakan gedung yang sedang dibangun itu mirip dengan gedung yang dibangun 2016 lalu.

“Iya dua lantai sama dengan yang sebelumnya, bedanya di soal tinggi saja,” ujarnya.

Namun, pembangunan gedung tersebut ditolak pedagang. Tanto, pedagang beras di Pasar Ruteng mengaku kecewa dengan sikap Pemkab Manggarai. Dia kecewa lantaran Pemkab Manggarai tak menghiraukan aspirasi mereka.

“Sejak awal kami tolak. Karena kalau jadi nanti tetap tidak ada orang yang mau beli di situ,” ujarnya.

“Saya omong seperti itu karena dari pengalaman, orang tidak mau ke di situ karena tangga masuknya terlalu tinggi,” tambahnya.

Sebelumnya, sejumlah pedagang protes atas pembangunan gedung dengan model seperti itu. Mereka protes lantaran tangga masuk ruko terlalu tinggi sehingga menyulitkan akses pembeli mengunjungi tempat itu.

Selain itu, ukuran kamar ruko juga sangat kecil. Ukuran tersebut tidak cukup menampung barang dagangan mereka. (Ferdiano Sutarto Parman/AA/VoN).

Manggarai
Previous ArticlePadi Diserang Hama, Sawah di Aeramo Terancam Gagal Panen
Next Article Gudang Semen Cemarkan Udara, Pemkab Matim Diminta Tindak Tegas

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.