Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi di Nagekeo Meningkat
HEADLINE

Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi di Nagekeo Meningkat

By Redaksi19 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT-Kasus kematian ibu hamil dan bayi di Kabupaten Nagekeo meningkat pada tahun 2017 ini.

Kepala Seksi Keluarga Pada Dinas Kesehatan Nagekeo, Onda Londa mengatakan tingginya angka kematian ibu hamil dan bayi disebabkan karena rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa ke tenaga medis ketika diserang penyakit.

Selain rendanya kesadaran masyarakat, kasus itu juga disebabkan adanya penyakit gangguan pernapasan dan beberapa penyakit lainnya.

“Kita di Dinas kesehatan Kabupaten Nagekeo mencatat ibu hamil yang meninggal dunia sejak Januari-minggu ketiga pada bulan September 2017 sebanyak 4 orang, sedangkan bayi sebanyak 34 orang. Kalau untuk tahun 2016 sangat kurang, datanya kita lupa, pokoknya jauh lebih banyak di tahun 2017,” ujar Londa  kepada VoxNtt.com di ruang Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Nagekeo, Selasa (19/9/2017).

Karena itu, dia mengingatkan agar warga Kabupaten Nagekeo, terutama ibu yang sedang hamil harus rajin konsultasi ke bidan atau dokter.

Idealnya seorang ibu yang sedang hamil kata Londa, dapat berkonsultasi ke dokter sebanyak 3 bulan sekali untuk bayi.

Konsultasi yang harus intens juga ketika 3 bulan terakhir menjelang bayi dilahirkan.

Sebab pada masa tersebut, postur badan ibu hamil mulai berubah drastis. Biasanya terjadi bengkak di bagian paha dan bagian badan lainya. Perubahan inilah yang harus dikonsultasikan pada bidan atau dokter.

“Kemudian selain rajin check up dan menjaga pola makan yang baik, diharapkan pada para ibu hamil yang melahirkan datangnya ke pelayanan kesehatan, seperti rumah sakit dan puskesmas-puskesmas, jangan pergi ke dukun. Hal tersebut juga harus menjadi perhatian warga kabupaten Nagekeo untuk meminimalisir angka kematian ibu hamil saat melahirkan,” ucapnya.‎

Dia menambahkan di Kabupaten Nagekeo masih ada ibu hamil lahir di rumah dukun.

“Tetapi hanya lima persen saja. Karena faktor topografi dan 95 persen lahir di puskesmas” ujarnya. (Arkadius Togo/AA/VoN)

Nagekeo
Previous ArticlePemkab Belu Segera Bangun Kawasan Wisata Rohani
Next Article Belum Setahun, Deker di Wae Lecok Lawir Sudah Jebol

Related Posts

RSUD Aeramo Luncurkan Inovasi Layanan “Bahagia Kita”

4 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026

Dapur MBG Gako Dihentikan karena Berdiri di Atas Tanah yang Telah Diserahkan ke Pemda

3 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.