Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pembangunan Kantor Dukcapil TTU Mandek, Ini Alasannya.
Regional NTT

Pembangunan Kantor Dukcapil TTU Mandek, Ini Alasannya.

By Redaksi26 September 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gedung kantor Dukcapil yang pembangunannya mangkrak sejak beberapa waktu lalu. (Foto: Eman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kefamenanu,Vox NTT- Pembangunan gedung kantor baru Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) kabupaten TTU yang sudah mangkrak sejak beberapa waktu lalu, hingga kini tak kunjung ada tanda untuk dilanjutkan.

Pantauan media ini, Selasa (26/09/2017) kondisi gedung yang dibangun dengan anggaran Rp 2 miliar tersebut masih tampak seperti beberapa waktu lalu, dimana tiang-tiang penyangga masih berdiri dan juga pembangunan tembok bahkan belum selesai.

Kadis Dukcapil TTU, Swibertus Sallu. (Foto: Eman)

Kepala dinas Dukcapil TTU, Swibertus Sallu saat dikonfirmasi VoxNtt.com di ruang kerjanya terkait belum dilanjutkannya pembangunan gedung kantor tersebut menjelaskan, anggaran untuk pembangunan gedung tersebut baru akan diajukan kembali pada tahun 2018. Pasalnya, pada tahun 2017 ini terjadi defisit anggaran.

“Ada defisit anggaran. Jadi, anggaran untuk pembangunan gedung baru akan dilanjutkan pada tahun 2018,” ungkapnya.

Guna mengatasi banyaknya jumlah masyarakat yang datang untuk mengurus pelayanan administrasi, lanjut Sallu, pihaknya untuk sementara menggunakan bekas kantor dinas Nakertrans demi melakukan pelayanan administrasi.

Lebih lanjut Sallu mengungkapkan, saat ini pun pihaknya membentuk tim yang turun langsung ke desa-desa untuk mengurus pelayanan administrasi langsung di desa.

“Kita sistemnya jemput bola. Jadi, kita yang turun langsung ke desa sehingga masyarakat tidak perlu harus datang ke kantor,” jelas Sallu (Eman/VoN)

 

TTU
Previous ArticleMahasiswa Gantung Diri Kembali Terjadi di Kupang
Next Article Empat Saksi Dugaan Pungli di SMPN Bisel Segera Diperiksa

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.