Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Mahasiswa Gantung Diri Kembali Terjadi di Kupang
HEADLINE

Mahasiswa Gantung Diri Kembali Terjadi di Kupang

By Redaksi26 September 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Keluarga dibantu Pihak Polsek Maulafa saat mengangkat Jasad korban. (Foto: Polsek Maulafa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Tidak lama setelah seorang Mahasiswa Muhamadyah meninggal karena gantung diri di dalam kios, kini kembali terjadi seorang mahasiswa Universitas Widya Mandira (Unwira) Kupang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Jurusan Biologi,  Sandro Alvian Banu (21) meninggal usai ditemukan gantung diri di Kamar Mandi di tempat tinggalnya di Jln. Roterdam RT/RW: 007/002, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Menurut informasi yang diterima voxNtt.com, Selasa (26/09/2017), kematian korban diketahui bermula dari adik kandung korban, Marsel zakarias banu (19) sekitar pukul 05.30 wita, hendak buang air kecil.

Saat tiba di kamar mandi, Marsel temukan korban sudah dalam keadaan tergantung dengan tali nylon mencekik lehernya dan ujungnya terikat pada balok yang terlintang di atas kamar mandi.

Melihat kejadian itu, adik kandung korban yang juga mahasiswa Unwira Kupang ini berteriak minta tolong. Faris Yesua (31) yang mendengar teriakan Marsel, lansung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan bersama Marsel menurunkan korban lalu bersama warga yang lain membawanya ke Kamar tidur. Saat diturunkan korban sudah tak bernyawa lagi.

Demikian disampaikan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Maulafa, Kompol I Gusti Putu Parwata melalui pres release yang dikirim ke media.

Menurut dia, sebagaimana keterangan saksi Marsel, beberapa waktu sebelum peristiwa tersebut korban pernah bercerita bahwa dirinya sedang mengalami suatu masalah. Namun tidak diceritakan apa masalah yang tengah dihadapinya itu. Korban dan adiknya, Marsel sama-sama tinggal di rumah pamannya sejak 2001, sementara orang tua mereka berada di Rote.

Lanjut Pawarta, usai melakukan olah TKP, berkordinasi dengan keluarga dan pihak Rumah Sakit Bayangkara untuk kepentingan otopsi terhadap jasad korban. Namun, keluarga korban menolak untuk melakukan otopsi dan lagsung memandikan korban.

Jasad korban direncanakan akan dibawa ke Rote untuk dimakamkan. (Tarsi Salmon/BJ/VoN)

 

Kota Kupang
Previous ArticleBentuk MPA, Cara Kades Nginamanu Ngada Antisipasi Bahaya Kebakaran
Next Article Pembangunan Kantor Dukcapil TTU Mandek, Ini Alasannya.

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.