Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»VOX GURU»Inspektorat Matim Dinilai Lamban Tangani Dugaan Pungli di SDI Wae Paci
VOX GURU

Inspektorat Matim Dinilai Lamban Tangani Dugaan Pungli di SDI Wae Paci

By Redaksi4 Oktober 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kantor Inspektorat Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Beni Djau, salah satu orangtua murid SDI Wae Paci Kecamatan Lamba Leda menilai Inspektorat Manggarai Timur (Matim) lamban dalam menangani kasus dugaan Pungli dan penyelewengan dana PIP di sekolah itu.

Pasalnya, sudah beberapa bulan kasus ini bergulir dan ditangani, namun Inspektorat Matim tampaknya lamban.

“Kenapa lamban sekali tangani kasus ini. Sudah dua bulan belum ada kejelasan. Kalau sudah tidak mampu, ya, limpahkan saja ke Tipikor Polres Manggarai. Daripada kami tunggu-tunggu terus,” ujar Beni melalui ponselnya kepada VoxNtt.com, Rabu (4/10/2017).

Menurut dia, sejak masalah dugaan Pungli dan penyelewengan dana PIP tahun 2015 dan 2016 ini diangkat, Kepsek Wae Paci Mateus Nabu tidak lagi menjalankan tugasnya sebagai pimpinan di sekolah tersebut.

“Kami minta Inspektorat cepat selesaikan soal ini. Selama ini guru dan siswa dikorbankan. Guru-guru mengeluh karena banyak fasilitas sekolah yang tidak ada. Mau beli kapur tulis, kepala sekolah tidak ada. Apakah pemerintah membiarkan itu berlarut?” tanya Beni.

Sementara itu, Kepala Inspektorat Matim Mikael Kenjuru mengatakan penanganan kasus itu masih dalam proses.

“Masih proses. Tunggu, hasilnya akan disampaikan,” tegas Mikael. (Nansianus Taris/AA/VoN)

Manggarai Timur
Previous ArticleKejari Manggarai Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi Proyek Gedung Inspektorat Matim
Next Article Datang Rekam e-KTP di Borong, Warga Buti Penuhi Satu Bus Kayu

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.