Kadis Kesehatan Provinsi NTT, Kornelis Kodi Mete saat membawakan sambutan dalam acara wisuda anggkatan ke XIV Akademi Keperawatan Kabupaten Belu pada di aula Graha Kirana Atambua, Jumat (13/10/2017) (Foto: Marcel Manek/Vox NTT)

Atambua, Vox NTT-Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kornelis Kodi Mete mengatakan saat ini terdapat tujuh kabupaten di NTT merupakan daerah endemik malaria. Satu diantaranya yakni Kabupaten Belu.

Sedangkan enam kabupaten lainnya yakni, Lembata, Ende dan empat kabupaten di Pulau Sumba.

Untuk mengatasi persoalan endemik malaria, Kornelis meminta pemerintah daerah membangun sinergi dengan semua pihak termasuk masyarakat agar bebas dari endemik malaria. Sebab penyakit itu merupakan persoalan serius yang memiliki dampak cukup kompleks.

Selain itu, untuk membebaskan Belu dari malaria, maka perlu bekerja sama dengan Negara Timor Leste.

Kerja sama dengan negara tentangga itu penting dilakukan agar benar-benar bebas dari endemik malaria.

Sebab apabila di Belu sudah bebas, namum ada mobilisasi penduduk dari dan ke Timor Leste, maka akan tetap berpengaruh pada masih terjadinya penyakit malaria.

Hal ini karena plasmodium malaria bisa saja dibawa oleh orang yang keluar dan masuk dari dan ke Timor Leste.

“Untuk membasmi malaria maka yang paling tepat adalah menggunakan pendekatan pulau. Artinya karena Belu masih satu pulau dengan Timor Leste maka kita harus bekerja sama dengan Timor Leste karena keluar masuknya masyarakat di dua negara ini bisa membawa plasmodium malaria. Jadi kalau kita hanya bersihkan Belu saja hasilnya tidak akan maksimal,” kata Kornelis ketika memberikan sambutan dalam acara wisuda angkatan ke XIV Akademi Keperawatan Kabupaten Belu di aula Graha Kirana Atambua, Jumat (13/10/2017).

Dia menambahkan, untuk membebaskan plasmodium malaria bukan merupakan pekerjaan pemerintah sendiri, namun merupakan tanggungjawab semua pihak termasuk masyarakat.

“Kita bisa membasmi malaria manakala kerja kita menjadi langkah cerdas dengan terlibat dalam kerja pemerintah,” ujar Kornelis.

Tidak hanya pada malaria, dia juga mengajak pemerintah dan masyarakat Belu untuk serius menangani berbagai penyakit menular yang hingga kini masih menjadi momok bagi masyarakat.

Menurut Kornelis, selama ini pemerintah sudah banyak menggelontorkan dana untuk penanganan penyakit menular. Tapi langkah yang diambil belum maksimal sehingga belum membuahkan hasil yang optimal.

Namum demikian, dia optimis NTT bisa memenuhi target pemerintah pusat, dimana pada 2030 NTT akan bebas dari penyakit menular malaria.

“Pak Bupati, saya minta agar tenaga kesehatan yang hari ini dilantik bisa disebarkan ke desa-desa agar bisa membantu kerja pemerintah dalam penanganan berbagai masalah penyakit penular sehingga kita bisa lebih dahulu memenuhi target sebelum 2030,” ajaknya.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Adrianus Aba

alterntif text