Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Diduga Jatuh dari Kapal, Seorang Nelayan Tewas di Kejauhan 40 Mil dari Pelabuhan Marapokot
HEADLINE

Diduga Jatuh dari Kapal, Seorang Nelayan Tewas di Kejauhan 40 Mil dari Pelabuhan Marapokot

By Redaksi24 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Polisi sedang melakukan evakuasi korban Daeng Masiga (70) di titik 40 mil dari Pelabuhan Marapokot pada Kamis, 19 Oktober 2017 lalu
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT– Naas menimpa Daeng Masiga (70).

Nelayan asal Pulau Kayuadi, Kecamatan Takabonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan itu tewas tersangkut di rumpon yang letaknya 40 mil dari Pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo-Flores, NTT.

Rumpon adalah salah satu jenis alat bantu penangkapan ikan yang dipasang di laut.

Korban diduga meninggal karena jatuh sendiri dari Kapal Sinar Iksan pada Kamis, 19 Oktober lalu.

Masiga baru ditemukan oleh nelayan Muhamat Basri hari ini Selasa, 24 Oktober 2017 sekitar pukul 09.00 Wita.

Salah satu keluarga korban Ibrahim (41) yang ditemui VoxNtt.com, Selasa sore di Pelabuhan Marapokot‎ mengatakan korban bersama keponakan berangkat dari Pelabuhan Kayuadi pada Rabu, 18 Oktober lalu. Mereka hendak menuju ke Kabupaten Nagekeo.

“Mereka keluar dari Pelabuhan Kayuadi pada Rabu pagi lalu. Korban bersama ponaan mau ke Mbay (ibu kota Kabupaten Nagekeo), di duga jatuh pada kamis (19/10/2017). Korban diketahui jatuh saat pagi mereka mau minum kopi. Ketika cek korban sudah tidak ada di atas kapal,” kata Ibrahim.

Dia mengaku, Masiga dan keponakannya ke Mbay dengan menggunakan Kapal Sinar Iksan yang mengantar balok kelapa ke Pelabuhan Marapokot.

Rencananya dia datang untuk mengunjungi keluarga dan sekaligus mengecek jadwal keberangkatan ke Tanah Suci.

Kapolsek Aesesa-Nagekeo, AKP Ahmat mengatakan korban diduga meninggal lantaran jatuh sendiri dari atas Kapal Sinar Iksan pada Kamis, 19 Oktober pagi.

Korban jatuh diduga saat menunai ibadat sholat subuh di atas kapal.

“Mungkin diduga saa‎t sholat, kapal oleng korban langsung jatuh ke laut,” kata Ahmat.

Korban kata Kapolsek Ahmat langsung dievakuasi oleh polisi bersama warga setempat pada Selasa pagi.

Dia kemudian diantar dengan menggunakan kapal hewan dan tiba di Pelabuhan Marapokot pukul 18.00 Wita.‎

“Setelah tiba di Pelabuhan Marapokot kita langsung antar ke Puskesmas Aeramo guna melakukan autopsi,” jelas Ahmat.

Dia mengatakan berdasarkan informasi, korban akan dijemput oleh keluarga dan langsung berangkat ke kampung halamanya di Kayuadi pada Selasa malam.

Penulis: Arkadius Togo
Editor: Adrianus Aba

Nagekeo
Previous ArticlePembangunan Pagar Bandara A. A Bere Talo Diprotes Warga
Next Article Tahun 2018, Bapenda Ende Luncurkan Aplikasi Bayar Pajak Online

Related Posts

Nyawa Samsia Cora Diduga Direnggut Hoaks Terstruktur dan Berskala Masif

27 Agustus 2026

Keluarga Jakob Nuwa Wea Salurkan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa Nagekeo

23 Agustus 2026

Pengungsi Gempa Nagekeo Keluhkan Kesenjangan Bantuan, Pemkab Diminta Evaluasi Penanganan

23 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.