Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pembangunan Pagar Bandara A. A Bere Talo Diprotes Warga
Regional NTT

Pembangunan Pagar Bandara A. A Bere Talo Diprotes Warga

By Redaksi24 Oktober 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Suasana saat warga menyampaikan protes kepada pihak Pemda. ( Foto: Marcel Manek)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Pembangunan pagar Bandar Udara (Bandara) A. A Bere Talo Atambua terpaksa dihentikan sementara karena masyarakat sekitar Bandara meminta agar pembangunan pagar tersebut dihentikan, karena tanah tersebut merupakan milik mereka yang hingga saat ini belum ada ganti rugi dari pemda Belu.

Kepada VoxNtt.com, warga mengatakan bahwa tanah pembangunan pagar Bandara yang terletak di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu tersebut merupakan tanah milik warga setempat dan belum mendapat ganti rugi dari Pemda Belu.

“Tanah ini kami punya, tolong jangan kerja dulu,” ketus Martina Abu Kauk yang mendatangi lokasi pengerjaan pagar Bandara bersama beberapa warga lainnya, Selasa (24/10/2017) siang.

Menurut Martina, meski tanah itu belum bersertifikat, namun lahan itu sudah diolah orang tua mereka sejak puluhan tahun lalu.

Dirinya bersama warga yang lain tidak menerima klaim pihak Pemda bahwa tanah tersebut sudah disertifikat. Pasalnya, sejak tahun 1980-an hingga saat ini, tanah tersebut masih diolah dan dijadikan kebun. Karena itu, dirinya meminta pemerintah segera ganti rugi sebelum melanjutkan pembangunan pagar.

“Kalau mau kerja pagar, pemerintah harus ganti rugi. Dulu tahun 2011 pemerintah ganti rugi, sekarang kok tidak?” ujar Martina.

Meri Aduk, warga lain yang ikut menyampaikan protes mengaku, sudah sejak tahun 2011, mereka menyampaikan keluhan melalui DPRD Belu. Namun hingga saat ini belum direspon sehingga tidak ada penyelesaian akhir.

“Kita sudah sampaikan ke Kelurahan ke DPRD Belu, tapi belum ada penyelesaian, suruh kita tunggu sampai tahun 2018,  tapi sekarang tiba-tiba datang  mau kerja pagar,” ungkap Aduk.

Lahan ini lanjut Aduk, memang tidak bersertifikat tetapi sebelumnya (Pembangunan pagar Bandara tahun 2011) ada ganti rugi dari Pemerintah untuk masyarakat pemilik lahan.

Terpisah, Kepala bagian (Kabag) Pemerintahan Setda Belu, Maximus Mali, S.Spt yang juga hadir di lokasi mengatakan, warga melakukan protes karena ada warga yang merasa lahan tersebut milik mereka sehingga muncul aksi protes, tetapi sesungguhnya  lahan tersebut milik Pemerintah dan ada sertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Belu.

“Ada sekitar lima Kepala Keluarga (KK) dari warga yang masih klaim bahwa lahan ini milik mereka, tetapi lahan ini sebenarnya milik Pemkab Belu,” tegas Mali.

Dijelaskannya, lahan tersebut milik Pemkab Belu karena sertifikat atas nama Pemkab Belu yang diterbitkan sejak tahun 2002 dan tanah tersebut diserahkan kepada pihak Bandara untuk dibangun sesuai dengan kebutuhan untuk pengembamgan fasilitas Bandara.

Meski mendapat protes dari warga, pengerjaan pagar Bandara yang baru dimulai tersebut tetap dikerjakan dengan pengawalan dan pengamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Belu.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Boni Jehadin

Belu
Previous ArticleMinat Warga 4 Kecamatan di TTU Jadi Panwascam Rendah
Next Article Diduga Jatuh dari Kapal, Seorang Nelayan Tewas di Kejauhan 40 Mil dari Pelabuhan Marapokot

Related Posts

SMAN 3 Cibal Semarakkan Hari Pramuka ke-65 dengan Perkemahan dan Beragam Lomba

14 Agustus 2026

Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Lahan Diklaim Aset Polri

14 Agustus 2026

DPRD Manggarai Tinjau TPA Ncolang, Minta Pemkab Siapkan Dana Taktis untuk Tangani Keluhan Sampah

13 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.