Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Habiskan Anggaran 70 Miliar, Produktivitas THL di Matim Perlu Dievaluasi
NTT NEWS

Habiskan Anggaran 70 Miliar, Produktivitas THL di Matim Perlu Dievaluasi

By Redaksi24 Oktober 20171 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Niko Martin (Foto: Flores Editorial)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (Pemkab Matim) menganggarkan dana sebesar 70 Miliar untuk membiayai Tenaga Harian Lepas (THL) di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Niko Martin, tokoh masyarakat Matim yang tinggal di Borong mengatakan, anggaran tersebut sangatlah besar.

Karenanya, dia meminta Pemkab Matim untuk mengevaluasi produktivitas dan kinerja THL di setiap OPD.

Menurut Niko, evaluasi perlu dilakukan agar mengetahui sejauhmana peran THL dalam mendukung dan menjalankan program pemerintah.

“Mesti dievaluasi, apalagi dana yang digelontorkan untuk biaya THL itu sangat besar. Jangan sampai APBD kita dihabiskan untuk biaya tenaga yang tidak berkompeten dan profesional. Supaya efektif, ya, perlu evaluasi kinerja mereka,” tegas Niko kepada VoxNtt.com, Selasa (24/10/2017).

Apalagi sejauh ini dia menduga perekrutan THL di Matim sarat nepotisme. Sebab kewenangan perekrutan THL itu merupakan kewenangan kepala OPD.

“Kita tidak tahu, bagaimana mekanisme rekrutnya. Yang tahu itu hanya orang-orang tertentu saja. Jadinya, yang ijazah S1, SMA, maupun yang ijazah paket disetarakan,” tegas Niko.

Baca di sini sebelumnya: Pemkab Matim Anggarkan Rp 70 Miliar untuk Gaji THL

Penulis: Nansianus Taris

Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleTahun 2018, Bapenda Ende Luncurkan Aplikasi Bayar Pajak Online
Next Article Ini Nama-nama Calon PPK Pilgub NTT di Manggarai yang Lolos Seleksi Administrasi

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.