Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Medsos»Begini Tanggapan Warganet Terkait Tunjangan Transportasi DPRD Belu
Medsos

Begini Tanggapan Warganet Terkait Tunjangan Transportasi DPRD Belu

By Redaksi3 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Illustrasi (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT-Sepekan terakhir, diskusi warga net di beberapa group facebook seperti group Belu Memilih 2015 dan group Belu Bangkit memanas terkait pemberitaan tentang tunjangan transportasi DPRD Belu.

Beragam tanggapanpun bermunculan, baik yang menolak maupun yang mendukung.

Komentar warga net soal polemik tunjangan transportasi DPRD Belu (Foto: Facebook)

Tanggapan warga net muncul terkait sikap beberapa anggota DPRD Belu yang berencana akan menolak tunjangan transportasi karena dinilai tidak realistis.

Ada pula yang menolak dengan dalil tidak sesuai dengan kondisi di Belu serta terkesan mengabaikan tugas-tugas dan hak protokoler anggota DPRD.

Akun Wijurai Kenjiro Junior Prada dalam cuitannya di media sosial Facebook, menyampaikan merasa prihatin dengan jumlah tunjangan transportasi anggota DPRD Belu.

Menurutnya, jumlah yang ditetapkan tidak reaslistis dan tidak mengakomodir hak anggota DPR. Pasalnya, jika tunjangan transportasi nilainya 7.1 juta maka per hari hanya dihargai dengan  236.600 rupiah dan jumlah tersebut tidak cukup untuk membiayai rental mobil.

“Tunjangan 7.1 itu kalau dibagi sama dengan 236.600. Ini kasian. Masa kita kasih tunjangan sama seperti uang rokok. Kalau tidak salah, Dewan kedudukannya sama/setingkat Bupati” demikian curahan hati akun Junior Prada.

Komentar warga net (Foto: Facebook)

Lain lagi, akun Kevin Fabian dalam cuitannya  meminta ADPRD agar tidak menjadikan lembaga DPR untuk memperkaya diri. Tapi, harus menyadari status sebagai wakil rakyat.

“Mohon anggota Dewan jangan memanfaatkan lembaga negara  sebagai tempat untuk hidup mewah tapi jadikan DPR untuk menyalurkan aspirasi rakyat. Tak usah banyak tuntut. Lihat PAD Belu berapa sih,” protes Kevin.

Akun Hengki Tolan Raja dalam cuitannya mengatakan, jika DPR tidak menerima tunjangan transportasi maka uang diberikan kepada masyarakat saja.

“Kalau tolak, biar kasih kami masyarakat saja. Kami juga butuh uang ojek untuk pergi ke kebun” Sindir Hengki.

Penulis: Marcel Manek

Editor: Irvan K

Belu
Previous ArticleJohnny Plate: Dana Desa Harus Sejahterakan Masyarakat
Next Article Pilgub NTT: Petani di Sikka Butuh Penyediaan Modal, Teknologi, dan Jaminan Pasar

Related Posts

Isno Baco Ajak Warga Desa Pinggang Berpolitik “Riang Gembira” pada Pilkades 2026

2 Juni 2026

Maju Pilkades Loce, Wilibrodus Rian Usung Penguatan Pertanian hingga Wisata Budaya

1 Juni 2026

Teodorus Weke Gelar Ritus Adat dan Minta Restu Leluhur Jelang Pilkades Wae Mulu

28 Mei 2026
Terkini

Polsek Amarasi Timur dan Pemerintah Kecamatan Tinjau Lokasi Kebakaran Rumah Warga di Pakubaun

6 Juni 2026

Peti Persembahan vs Peti Mati

6 Juni 2026

Jejak Skandal AKP Serfolus Tegu: Istri Simpanan, Dugaan Kekerasan hingga Laporan ke Propam

5 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.