Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»VOX POPULI»MAHASISWA»PMKRI Harus Mampu Perangi Korupsi, Trafficking dan Radikalisme
MAHASISWA

PMKRI Harus Mampu Perangi Korupsi, Trafficking dan Radikalisme

By Redaksi24 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Peserta MPAB PMKRI Calon Cabang Alor,saat mendengarkan materi, di Kelaisi Barat Kecamatan Alor Selatan,Kabupaten Alor.(Foto : Marko Gani).
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang , Vox NTT– Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) calon cabang Alor, menggelar kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB). Kegiatan tersebut  berlangsung sejak tanggal 19-25 November 2017 di Kelaisi Barat, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor.

Ketua PMKRI Cabang Kupang, Markus Gani sebagai cabang pendamping PMKRI calon cabang Alor melalui pesan WhatsApp di Alor kepada Voxntt.com,  Jumat  (24/11/2017/) siang  mengatakan proses MPAB merupakan tahap pembentukan karakter dan watak bagi mahasiswa.

“Momentum MPAB adalah momen konsolidasi anggota PMKRI  calon cabang Alor, kaderisasi yang dilakukan PMKRI calon cabang Alor,”ungkapnya.

Lanjut dia, tujuan kegiatan ini juga memberikan informasi bagi mahasiswa bahwa banyak persolan yang harus diperangi secara bersama di Indonesia, NTT dan khususnya Alor.

“Misalnya kasus korupsi, trafficking dan radikalisme yang terus menggerogoti negeri ini,”ujarnya.

Dia melanjutkan, mahasiswa sudah seharusnya memahami arah gerak dan perjuangan PMKRI.

“Kader yang membentuk diri di PMKRI harus mampu mencegah dan mengatasi semua persoalan yang ada,”tuturnya.

Dia menambahkan, Kegiatan MPAB merupakan pendidikan formal yang ada di calon cabang Alor, dimana sebagai syarat awal seseorang ingin bergabung di PMKRI.

“Selain itu, MPAB sebagai bentuk pembinaan dan kaderisasi serta seorang calon anggota PMKRI bisa belajar tentang nilai-nilai kekatolikan dan memahami perjuangan PMKRI dalam membela kaum tertindas,”terangnya.

Untuk diketahui peserta MPAB ini berjumlah 12 orang.

Penulis  : Tarsi Salmon

Editor    : Boni Jehadin

Alor
Previous ArticleKawal Dana Desa, Bupati Lay Gandeng Polres Belu
Next Article Diduga Cacat Moral dan Hukum, PDIP Diminta Cabut Dukungan ke Marianus Sae

Related Posts

Fandis Nggarang Kritik Dugaan “Cawe-Cawe” Alumni dan Politik Uang dalam Kongres PMKRI

23 Juli 2026

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026
Terkini

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026

Aktivitas Gunung Api Anak Ranaka Meningkat, PVMBG Naikkan Status ke Level Waspada

2 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.