Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Tawuran Mahasiswa Undana Diduga Bermula dari ‘Jual Bubur Kacang’
HEADLINE

Tawuran Mahasiswa Undana Diduga Bermula dari ‘Jual Bubur Kacang’

By Redaksi28 November 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Beberapa unit motor terlihat tergeletak di tanah usai tawuran mahasiswa Undana (Foto: Facebook)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang ,Vox NTT –Tawuran mahasiswa Fakultas Hukum dan Mahasiswa Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (UNDANA) Kupang terjadi di depan Fakultas Hukum Undana, Jalan Adisucipto Penfui, Kelurahan Penfui Kota Kupang, Selasa (28/11/2017) siang,  sekitar pukul 13.30 WITA.

Staf Kemahasiswaan Fakultas Hukum Undana yang enggan disebutkan namanya, saat diwawancarai VoxNtt.com mengatakan, saat terjadi tawuran dirinya masih berada di dalam ruangan.

“Jadi, kita turun sudah kejadian, setelah itu kita beranjak ke lokasi tawuran, di situ motor sudah berkumpul untuk dibakar, tapi tidak jadi,” ungkapnya.

Penyebab tawuran tersebut kata dia, berawal ketika mahasiswa Teknik datang  menjual bubur kacang.

“Mereka (mahasiswa FST) datang jual bubur kacang, kebetulan anak-anak kita di Hukum lagi istirahat, jadi ditawar untuk beli bubur kacang, beli bubur kacang ko? Mahasiswa hukum menjawab, kami tidak beli. Begitu menolak untuk tidak dibeli, ada bahasa keluar bahwa besong di Hukum ini banyak orang, tapi kok tidak beli bisa bubur kacang parah,” kisahnya kepada VoxNtt.com.

Begitu mendengar kata ‘parah’, demikian sumber itu, gerombolan mahasiswa hukum langsung menuju mahasiswa yang bersangkutan.

“Mereka tarik bubur kacang dan terjadilah baku pukul,” ungkapnya.

Tonton: Video: Aksi Tawuran dan Pengerusakan Motor oleh Mahasiswa Undana

Diselesaikan Secara Internal

Persolan ini lanjut dia, akan diselesaiakan secara internal kampus antara Dekan Fakultas Hukum dan Dekan Fakultas Sains dan Teknik. Pertemuan akan difasilitasi oleh Rektor Undana, Fred Benu.

“Biasa kalau di sini ada masalah di dalam kampus, dibawa keluar itu agak susah, karena kebanyakan otoritas kampus kita akan selesaikan di internal kampus,” terangnya.

Dia menambahkan, dalam tawuran tersebut tidak ada korban jiwa. Hanya 4 unit motor milik mahasiswa rusak parah karena dipukul pakai batu.

“3 unit motor milik mahasiswa Teknik dan 1 unit motor milik mahasiswa Hukum,”terangnya.

Sementara itu, Agustinus Rain Ola, selaku Security di Fakultas Hukum mengatakan saat tawuran berlangsung pihak keamanan tidak berada di tempat. Semua pihak keamanan, kata dia, berada di Rektorat untuk menjaga suasana pemilihan Rektor baru Undana.

“Jadi kami semua ada pengamanan di Rektorat, ketika ada informasi ada tawuran kami langsung bergegas ke tempat kejadian untuk mengamankan situasi,” ujarnya.

Penulis : Tarsi Salmon

Editor   :  Boni Jehadin

Kota Kupang
Previous ArticleRaih Penghargaan di Bidang Perbatasan, Bupati TTU Dipuji Netizen
Next Article Dua Rumah Warga di Golo Ndari Matim Nyaris Terbawa Longsor

Related Posts

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026
Terkini

Gubernur NTT Minta PMKRI Tetap Jadi Mitra Kritis Pemerintah

21 Juli 2026

Bupati Matim Dorong Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Manggarai Raya

20 Juli 2026

Bupati Manggarai Harap Kongres PMKRI Hasilkan Rekomendasi untuk Daerah 3T

20 Juli 2026

Bantuan Rp100 Juta per Desa Mulai Diimplementasikan, Bapperida NTT Intervensi Manulai 2

20 Juli 2026

PMKRI Perkuat Komitmen Kawal Pembangunan dan Kebijakan Nasional

20 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.