Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Sepanjang 2003-2017, Ini Data Kasus Epidemi HIV/AIDS di Sikka
KESEHATAN

Sepanjang 2003-2017, Ini Data Kasus Epidemi HIV/AIDS di Sikka

By Redaksi8 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Maumere, Vox NTT– Epidemi Human Immunodeficiency Virus yang dikenal dengan HIV/AIDS cukup tinggi.

Koordinator Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Sikka, Yuyun Darti Batael mengatakan sepanjang 2003 sampai dengan September 2017 ini ditemukan 673 kasus HIV/AIDS di Sikka.

Jumlah tersebut terdiri atas 215 kasus HIV dan 458 kasus AIDS. Dari jumlah tersebut yang meninggal akibat HIV/AIDS sebanyak 182 orang.

“Berdasarkan jenis kelamin 413 diantaranya adalah laki-laki sedangkan sisanya sebanyak 260 orang adalah perempuan. Lima diantaranya adalah ibu hamil” terang Yuyun saat dihubungi, Kamis (7/12/2017).

KPA Kabupaten Sikka juga membuat data distribusi kasus epidemi HIV/AIDS di Sikka sepanjang 2013 sampai dengan September 2017 berdasarkan golongan umur, kecamatan, jenis pekerjaan dan faktor resiko terinfeksi.

Berdasarkan golongan umur, kelompok usia terbanyak terpapar HIV/AIDS adalah usia produktif yaitu 25-49 tahun yakni sebanyak 502 kasus.

Uurutan kedua kelompok usia 20-24 tahun sebanyak 90 kasus.

Urutan ketiga usia kurang dari 1 tahun sebanyak 41 kasus.

Dan, kelompok usia 1-14 tahun sebanyak 28 orang sementara sisanya dari kelompok usia lainnya.

Berdasarkan kecamatan, temuan kasus HIV/AIDS terbanyak terdapat di Kecamatan Alok yakni sebanyak 112 kasus, disusul Kecamatan Alok Timur sebanyak 99 kasus, Kecamatan Nita sebanyak 64 kasus, dan Alok Barat sejumlah 60 kasus sementara sisanya berasal semua kecamatan telah dilaporkan temuan kasus HIV dan AIDS.

Berdasarkan jenis pekerjaan, terbanyak merupakan Ibu Rumah Tangga yakni 160 kasus, wiraswasta 101 kasus, petani 96 kasus, sopir dan buruh 43 kasus, PSK 35 kasus, balita 20 kasus, Mahasiwa 14 kasus, dan TNI/PNS/Polri sebanyak 12 kasus sementara sisanya terdistribusi dalam beebagai jenis pekerjaan lainnya.

Berdasarkan faktor resiko terinfeksi yang terbanyak penularan terjadi melalui hubungan seksual yang tidak aman sebanyak 602 kasus, penularan terjadi karena hubungan sesama jenis sebesar 28 kasus, penularan dari ibu ke anak sebanyak 27 kasus, dan penularan akibat penggunaan narkoba suntik sebanyak 27 kasus.

 
Penulis: Are de Peskim
Editor: Adrianus Aba

Sikka
Previous ArticleBaru Berumur Dua Bulan, Drainase di Kusu-Pong Lao Sudah Rusak Berat
Next Article Kepsek SMPN Ekafalo TTU Bantah Gelapkan Dana PIP

Related Posts

Demokrat Manggarai Timur Tanam 250 Pohon dan Bersihkan Pantai Borong

17 Juli 2026

JPIC OFM dan FORKASI Adukan Konflik Agraria Tonggurambang ke Komnas HAM

13 Juli 2026

Jelang Pelantikan Pejabat, Pemkab Nagekeo Bantah Isu Retaknya Hubungan Bupati dan Wakil Bupati

13 Juli 2026
Terkini

Pemkab Manggarai Pastikan Kesehatan Peserta MPA PMKRI

18 Juli 2026

Dugaan Pungli Pengambilan SKL dan Ijazah di SMPN Satap Munde Matim, Warga Desak Dinas Tindak Tegas

18 Juli 2026

Rakerprov KONI NTT Matangkan Persiapan PON 2028

18 Juli 2026

Bersama Senja: Antologi Puisi Cantikan Christiany Dapa

18 Juli 2026

Kebakaran Hanguskan Kantor UPTD BKKBN Boleng, Polisi Selidiki Dugaan Korsleting Listrik

17 Juli 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.