Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Dinas Pendidikan NTT Angkat Bicara Terkait Pernyataan Mendikbud
NTT NEWS

Dinas Pendidikan NTT Angkat Bicara Terkait Pernyataan Mendikbud

By Redaksi12 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT-Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), akhirnya buka suara menanggapi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy saat menanggapi hasil survey Program for International Students Assesement (PISA).

Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Aloysius Min, menuturukan apa yang disampaikan menteri pendidikan itu mengandung dua makna penting.

Pertama, pernyataan ini tentu sangat mengecewakan.

“Pak menteri itukan yang bertanggungjawab, komndannya pendidikan. Seolah beliau itu menepuk air di dulang, terperciknya di mukanya sendiri,” ujar Alo saat diwawancarai VoxNtt.com di ruang kerjanya, Senin, (11/12/2017).

Alo menyampaikan, untuk mengukur kualitas pendidikan di NTT jangan hanya melihat outputnya.

“Kita memang dilanda berbagai keterbatasan, jangan hanya mengukur output, lalu membandingkan provinsi-provinsi lain. Kita lihat inputnya, kan berbeda  dari segi APBD kita, akses kita, dari segi kondisi geografis, kondisi kepualauan kita, itukan berbagai kondisi yang berbeda dengan daerah lain,” ungkap Alo.

Input itu kata Alo, akan berpengaruh terhadap proses, dari proses tersebut menghasilkan output. Dia menerangkan, dari sisi input NTT meraih indeks intergritas tinggi atau berada pada zona putih di skala Nasional.

“NTT indeks integritasnya tinggi atau zona putih, sehingga hasil konsekuensinya pasti rendah, berarti ada daerah lain yang tidak jujur dong,” tutur Alo.

Makna kedua lanjut dia, pernyataan ini merupakan cambukan.

“Cambuk untuk seluruh pihak agar berbenah diri di NTT, mengapa? Karena pendidikan sesuai undang-undang Sisdiknas nomor 20 tahun 2003 adalah tanggungjawab bersama pemerintah, sekolah dan masyarakat. Semua pihak harus bersinergi untuk meningkatkan mutu pendidikan ini ,” kata Alo.

Dia menambahkan, dalam kondisi tersebut tidak perlu siapa yang salah, tetapi kita mencari apa masalahnya, lalu rumuskan solusinya.

“Mari saling memberi perhatian sesuai porsi masing-masing, sehingga apa yang disampaikan menteri pendidikan dapat berdampak positif. Ya pahit memang, tetapi kita kelola dia menjadi sumber energi baru untuk semua orang NTT bangkit,” tambah Alo.

Untuk diketahui survei PISA menyebutkan bahwa kualitas pendidikan RI masuk ranking paling bawah. Lalu, dalam koran Jawa Pos, Mendikbud menyebut dalam kutipan langsung, “Saya kwatir yang dijadikan sample Indonesia adalah siswa-siswa dari NTT semua”. Pernyataan ini memantik amarah publik NTT hingga memicu pro-kontra.

Penulis  : Tarsi Salmon

Editor     : Boni Jehadin

 

Kota Kupang
Previous ArticleSetelah Kena OTT, Kasat Reskrim Polres Manggarai Dikabarkan Dimutasi
Next Article Polda NTT Benarkan Kasat Reskrim Polres Manggarai Terjaring OTT

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.