Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pernyataan Kapolres Manggarai Ditafsir Membela Aldo Febrianto
NTT NEWS

Pernyataan Kapolres Manggarai Ditafsir Membela Aldo Febrianto

By Redaksi20 Desember 20172 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Marselis Sarimin Karong (Foto: Adrianus Aba/VoN)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT- Pernyataan Kapolres Manggarai, AKBP Marselis Sarimin Karong terkait motif di balik Operasi Tangkap Tangan (OTT) Mantan Kasat Reskrim, Aldo Febrianto mendapat sorotan dari Koordinator TPDI, Petrus Salestinus.

Menurut Salestinus, pernyataan mantan Kapolres Puncak Jaya itu mendahului proses penyidikan yang sedang berjalan di Polda NTT sehingga dapat ditafsirkan membela anak buahnya, Aldo Febrianto.

“Sebagai pimpinan Polres ketika proses penyidikan sedang berjalan mestinya Kapolres Manggarai tidak boleh bicara tentang substansi apakah ini pemerasan atau penyuapan karena akan ditafsirkan membela diri atau membela anak buahnya dan mencoba menarik pihak lain. Biarlah proses berjalan dan masyarakat yang menilai,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/12/2017).

Sebelumnya, Kapolres Marselis menyatakan OTT yang menjerat mantan Kasat Reskrim, Aldo Febrianto disebut penyuapan ketimbang pemerasan. Sebab hingga kini Polres Manggarai tidak sedang menangani kasus PT MMI.

“Bahkan satu hari sebelumnya dia (Yus Mahu) SMS ‘saya mau menghadap’, saya bilang silakan tidak masalah. Sebenarnya kita belum jelas, ini pemerasan atau penyuapan, yang jelas kita lebih condong pada penyuapan,” ujar Kapolres Marselis saat berdialog dengan aktivis PMKRI Ruteng di aula Polres Manggarai, Sabtu (16/12/2017) lalu.

“Kita juga apresiasi Paminal Polda bisa menangkap ini. Nanti kita serahkan kasus ini ke mereka (Polda), karena sedang proses di Polda, Polda yang proses itu bukan kita,” tambahnya.

 
Kontributor: Ano Parman
Editor: Adrianus Aba

Manggarai
Previous ArticleGood is Not Enough
Next Article Warga Lima Desa Minta Jalan Nangaba-Kekajodho Diaspal

Related Posts

Kebijakan “Ambil Dulu, Bayar Kemudian” Gubernur NTT Direalisasikan di Golo Mendo

26 Agustus 2026

Sheline Lana Tanggung Biaya Sekolah Anak di Wae Ri’i yang Orangtuanya Meninggal Akibat Gempa

26 Agustus 2026

Istri Wagub NTT Pantau Rumah Warga Terdampak Gempa di Manggarai

26 Agustus 2026
Terkini

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

Kisah Sepuluh Warga Selamat Sebelum Rumah Roboh saat Gempa Mengguncang Manggarai

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.