Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KESEHATAN»Pustu Berkase Mubazir, Narasi Pilu bagi Warga
KESEHATAN

Pustu Berkase Mubazir, Narasi Pilu bagi Warga

By Redaksi11 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pustu Berkase yang tidak lagi digunakan (Foto: Marcel/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Atambua, Vox NTT- Puskesmas Pembantu (Pustu) yang terletak di Dusun Berkase, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu sudah tidak digunakan selama dua tahun terakhir.

Mubazirnya Pustu Berkase menambah deretan kisah pilu bagi warga di wilayah itu. Itu terutama warga Desa Tukuneno dan sebagian masyarakat Desa Naekasa.

Warga terpaksa harus membuang Rp 40.000 untuk mendapatkan layanan kesehatan di Puskesmas Asuulun yang terletak di Kelurahan Fatukbot, Kecamatan Atambua Selatan.

Pantauan VoxNtt.com, Kamis (11/1/2018), gedung Pustu sudah mulai rapuh akibat tidak dihuni. Lingkungan Pustu itu juga sudah ditumbuhi semak belukar.

Narasi pilu itu membuat warga setempat mengeluh. Pasalnya, sejak Pustu Berkase mubazir, mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan layanan kesehatan.

Meski memiliki BPJS, masyarakat harus membayar biaya ojek yang nilainya mencapai Rp 40.000 ketika hendak berobat di Puskemas Ausulun. Jarak dari Berkase ke Asuulun pun sangat jauh yakni mencapai belasan kilometer.

Andreas Wedin, warga dusun Berkase menyatakan, jika Pustu Berkase tidak dipakai lagi maka masyarakat mengambil kembali tanah dan bangunannya.

Menurut dia, bangunan itu bisa diberikan kepada warga yang tidak memiliki tempat tinggal. Di sana, banyak masyarakat yang belum memiliki rumah sendiri.

“Kalau tidak dipakai pemilik tanah akan segera ambil pulang tanahnya dan memnjual tapi masih dipertahankan tokoh-tokoh masyarakat di sini,” ujar Andreas ketika ditemui di halaman depan Pustu Berkase.

Terpisah, Kepala Dusun Berkase Raimundus Asten mengaku, akibat tidak ada pelayanan di Pustu Berkese, banyak warga enggan untuk pergi ke Puskesmas Asuulun. Hal itu lantaran jaraknya jauh dan membutuhkan biaya mahal.

“Mau berobat, terpaksa kami ke Asuusulun di Atambua Selatan dimana tiap kali pergi berobat, kami harus buang biaya 40.000 rupiah,” tandas Raimundus.

Dikisahkan, terkait tidak adanya pelayanan di Pustu Berkase, masyarakat sudah pernah menyampaikan pengaduan ke DPRD Belu.

Namun keluhan masyarakat belum mendapat tanggapan. Akibatnya, masyarakat mengancam akan mengambil pulang tanah tempat dibangunnya pustu, karena status tanah tersebut masih dipinjamkan.

“Kalau memang tidak dipakai, lebih baik kembalikan ke pemilik tanah. Kami masyarakat Berkase sangat kecewa karena sudah ada puskemas pembantu namun dipindahkan tanpa sepengetahuan kami masyarakat”, tegas Raimundus Asten.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan Kepala Dinas Kesehatan Belu belum merespon saat dikontak VoxNtt.com melalui telepon selulernya.

Penulis: Marcel Manek
Editor: Adrianus Aba

Belu
Previous ArticleTahun 2017, Polres TTU Belum Tuntaskan 73 Kasus
Next Article Pemimpin Muda ASEAN Gandeng RMC Bangun Agrowisata Detusoko

Related Posts

Pastor Pantura Tolak Tambang Mangan di Reok dan Lamba Leda Utara

8 Agustus 2026

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Keuskupan Agung Ende dan Warga Flores Gugat Tiga SK Geothermal ke Mahkamah Agung

31 Juli 2026
Terkini

PAN Manggarai Gelar Rakerda, Bupati Tantang Kader Tekan Kemiskinan di Wilayah Utara

12 Agustus 2026

Tiga Pria Diamankan Polisi Usai Bakar Burung Hantu Hidup-hidup di Manggarai Barat

12 Agustus 2026

Proyek Jalan Tani di Compang Dalo Diblokade Brimob, Dinas Pertanian Akui Lahan Diklaim Milik Polri

12 Agustus 2026

Kolang FC Hantam Wae Mata FC 6-1 di PSSI Manggarai Barat Cup II

12 Agustus 2026

Krisna FC Menang 2-0 atas Menjaga FC di PSSI Manggarai Barat Cup 2026

11 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.