Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tak Hanya Soal Pupuk, Demonstran Sebut Penempatan Pegawai di Matim Tidak Sesuai Kualifikasi Pendidikan
NTT NEWS

Tak Hanya Soal Pupuk, Demonstran Sebut Penempatan Pegawai di Matim Tidak Sesuai Kualifikasi Pendidikan

By Redaksi11 Januari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Saat para pendemo berorasi di depan Kantor Bupati Matim (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Puluhan petani dari Desa Paan Leleng, Kecamatan Kota Komba melakukan aksi demonstrasi di Kantor Bupati Manggarai Timur (Matim) terkait kelangkaan pupuk bersubsidi, Kamis (11/01/2018).

Aksi masyarakat itu didukung oleh Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), GERTAK, dan LMND.

Mereka datang mendesak Bupati Matim Yosef Tote untuk segera menyelesaikan masalah kelangkaan pupuk yang terjadi sejak lama di Matim.

Tak hanya itu, para demonstran menyebut penempatan pegawai di Matim tidak sesuai kualifikasi pendidikan.

Baca: Sejak 2014 Pupuk Subsidi Tak Pernah Disalurkan ke Desa Paan Leleng

Hal itu disampaikan Koordinator Lapangan Aksi, Firman Jaya saat berorasi di depan Kantor Bupati Matim.

Menurut dia, pendistribusian pupuk di Matim tidak sesuai diharapkan karena penempatan pegawai di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sarat nepotisme dan tidak sesuai basic pendidikan.

“Banyak pegawai yang ditempatkan tidak sesuai pendidikannya. Yang jurusan otomotif ditempatkan di Dinas Pertanian. Yang jurusan mesin ditempatkan di Pariwisata,” kata Firman.

Baca: Aktivis Dengungkan Lagu “Kematian” Saat Aksi di Kantor Bupati Matim

“Bagaimana mau urus pupuk kalau orang otomotif kerjanya di Dinas Pertanian. Makanya untuk urus pupuk mereka tidak becus,” tambahnya.

Menurut dia, hal itu terjadi dikarenakan perekrutannya menggunakan sistem MAO-Manga Ata Onen (ada orang dalam).

“Apa itu MAO. Serentak massa demo menjawab, MAO itu “manga ata onen”

Dengan keras pun massa mendengungkan kalimat “manga ata onen” hingga belasan kali.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleSejak 2014 Pupuk Subsidi Tak Pernah Disalurkan ke Desa Paan Leleng
Next Article Di Ende, Ketua RT Daftar Calon Bupati 2018

Related Posts

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026
Terkini

Upah Kebajikan: Melestarikan Kehidupan dan Mati Bagi Dosa

28 Juni 2026

Fransisco Bessi Kembali Terpilih Aklamasi Pimpin Taekwondo NTT

27 Juni 2026

Soroti Kasus Dokter Icha, Tenaga Ahli Menteri HAM Desak Pemeriksaan Anggota DPRD TTU

27 Juni 2026

Banggar DPRD NTT Dorong Digitalisasi PAD dan Perkuat Pengawasan Fiskal

27 Juni 2026

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.