Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Longsor di Wae Lekot Korbankan Para Petani
Regional NTT

Longsor di Wae Lekot Korbankan Para Petani

By Redaksi17 Januari 20181 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pipa air yang terputus akibat longsor di Wae Lekot
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Selain putusnya arus transportasi Mukun-Paan Leleng, longsor di Kali Wae Lekot, Desa Benteng Raja, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) juga mengorbankan para petani di wilayah itu.

Banyak tanaman kopi milik petani terbawa longsor pada 6 Januari 2018 lalu itu.

Selain itu, saluran irigasi yang tepatnya di tengah longsor putus sepanjang 50 meter.

Kosmas Jalang, warga setempat kepada VoxNtt.com, Selasa (16/01/2018), mengeluh dengan bencana longsor tersebut.

“Lihat saja besar longsornya. Tanaman kopi saya banyak yang hanyut terbawa longsor,” kata Kosmas

Dia meminta pemerintah agar segera menghadirkan solusi konkrit untuk membantu korban bencana longsor di Wae Lekot.

“Yah, kalau ada. Kalau pemerintah ada rasa kepedulian untuk masyarakat kecil,” katanya.

Dia menambahkan, putusnya saluran di lokasi longsor itu mengorbankan belasan hektar milik petani terancam kekeringan.

Saluran itu kata dia, mengairi persawahan lingko Kembo Loba.

“Mereka di sana harap air dari saluran irigasi ini. Belasan hektar itu sawah di sana. Sekarang masih hujan masih ada air. Kalau musim kering nanti mati sudah. Harapannya pemerintah bisa segera menanggulangi bencana ini. Kalau tidak nasib petani akan suram ke depannya,” ujar Kosmas

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleSering Padam, Kinerja PLN Lembor Dikeluhkan Warga
Next Article Tolak Tambang, Masyarakat Sabu Raijua Sambangi Kantor DPRD NTT

Related Posts

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
Terkini

Apotek K-24 Resmikan Outlet di Labuan Bajo, Perluas Akses Layanan Kesehatan 24 Jam

4 Agustus 2026

Ketua DPRD Manggarai Timur Minta Agregat Jalan Watu Cie-Deno Dibongkar Jika Tak Sesuai Spesifikasi

4 Agustus 2026

Dua Belas Penundaan Menguji Kemanusiaan Akademik

4 Agustus 2026

ASN di Reok Barat Keluhkan Iuran HUT RI, Camat Sebut untuk Kelancaran Upacara

4 Agustus 2026

Camat Welak Kunjungi Tiga ODGJ di Desa Wewa, Sebut Penanganan ODGJ Jadi Prioritas

4 Agustus 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.