Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Gaji THL di Nakertrans Matim Habiskan Dana Rp 700 Juta per Tahun
NTT NEWS

Gaji THL di Nakertrans Matim Habiskan Dana Rp 700 Juta per Tahun

By Redaksi1 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Nakertrans Matim, Sakarias Sarong (Foto: Nansianus Taris/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Jumlah Tenaga Harian Lepas (THL) di Dinas Ketenagakerjaan dan Transimigrasi Manggarai Timur (Nakertrans Matim) hingga saat ini sebanyak 40 orang.

Untuk menggaji mereka, dinas itu harus mengucurkan dana sebesar Rp 700 juta lebih per tahunnya.

Setiap THL diberi upah 1.500.000 perbulannya.

Kepala Dinas Nakertrans Matim, Sakarias Sarong saat ditemui VoxNtt.com di kantornya, Kamis (02/01/2018), membenarkan hal itu.

“Mereka digaji 1.500.000 per bulan. Kalikan saja, 40 kali satu 1.500.000 dapat 60 juta. Berarti 60 juta kali 12 bulan menjadi 700 juta lebih,” jelas Kadis Sarong.

Menurut Sarong, dari total pagu anggaran untuk dinasnya, 30 persen dana itu dikucurkan itu untuk upah THL.

“Kita pun pagu dana 2 M, 200 juta satu tahun. 30 persen lebihnya untuk upah THL,” katanya.

Tahun sebelumnya Kadis Sarong, jumlah THL di dinasnya mencapai 70 orang. Tahun 2017 dipindahkan ke dinas lain sesuai kebutuhan dan bidang keilmuannya.

Terkait honor THL, dia menyebut item itu masuk dalam belanja pegawai non- PNS.

Saat ditanya soal jumlah yang begitu banyak dan sistem perekrutan THL di dinasnya itu, Kadis Sarong enggan berkomentar.

“Jangan tanya soal itu. Karena saya hanya menerima mereka. Kebanyakan mereka ini dulu kerja di dinas yang sudah dialihkan ke provinsi. Kami hanya terima saja,” imbuhnya.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleBangun Kerja Sama, HIPMI NTT Sambangi Korem 161/Wirasakti
Next Article Tidak Hadir Sidang I, Veronika Titip Surat untuk Majelis Hakim 

Related Posts

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026

PDI Perjuangan Tak Hanya Salurkan Logistik, Perhatian Kesehatan Korban Bencana Jadi Prioritas

19 Agustus 2026
Terkini

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026

Gunung Anak Ranaka Naik ke Level Waspada, Warga Diminta Menjauh Satu Kilometer

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.