Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tiap Tahun, Jumlah TKI di Matim Cenderung Meningkat
NTT NEWS

Tiap Tahun, Jumlah TKI di Matim Cenderung Meningkat

By Redaksi27 Februari 20182 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kadis Nakertrans Matim, Zakarias Sarong
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Tidak sedikit masyarakat Manggarai Timur (Matim) yang memilih menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Selain itu, banyak pula yang menjadi tenaga kerja antar daerah di Indonesia.

Jumlahnya pun setiap tahun cenderung meningkat.

Data yang dihimpun VoxNtt.com, jumlah TKI selama tiga tahun terakhir, sejak 2016-2018 semakin bertambah.

Tahun 2016, misalnya, berjumlah 106 orang. Rinciannya; tenaga kerja antar daerah (AKAD) sebanyak 74 dan tenaga kerja antar negara (AKAN) ada sebanyak 32 orang.

Lalu, pada tahun 2017 berjumlah 252 orang. Rinciannya sebanyak 166 yang AKAD dan 86 yang AKAN.

Sedangkan pada tahun 2018 terhitung sejak Januari hingga Februari jumlah TKI AKAN ada sebanyak 15 orang.

Kepala Dinas Nakertrans Matim, Zakarias Sarong kepada VoxNtt.com di ruang kerjanya, Selasa (27/02/2018), mengatakan tenaga kerja yang didata dinasnya hanya yang berstatus legal dan resmi.

“Yang legal saja yang kami data. Yang ilegal tidak ada,” kata Kadis Sarong.

Dia menambahkan, setiap tahun jumlah TKI di Matim cenderung meningkat. Tenaga kerja tersebut lebih didominasi tenaga kerja wanita.

Sarong mengatakan, pada umumnya mereka memutuskan berangkat kerja untuk memperbaiki ekonomi keluarga. Mereka ingin mengubah nasib keluarga.

“Kerja di sini kan tidak jelas penghasilan setiap bulan. Sementara di luar jelas upahnya perbulan. Makanya mereka lebih memilih kerja ke luar daerah atau negara. Apalagi selama ini TKI yang diberangkatkan melalui dinas sudah banyak yang sukses. Mereka juga pulang dengan aman,” jelas Kadis Sarong.

 

Penulis: Nansianus Taris
Editor: Adrianus Aba

Manggarai Timur
Previous ArticleModus Pelaku Human Trafficking di Ende Rayu TKI Gaji Besar
Next Article Jurkam Beberkan Prestasi Pasangan Marsel-Djafar

Related Posts

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
Terkini

Kasus Kematian Bumil Korban Gempa di Matim, Aktivis Desak Copot Dirut RSUD Borong

4 September 2026

RSUD Borong Klaim Ibu Hamil Minta Maaf ke Nakes, Suami: Itu Omong Kosong

3 September 2026

Edi Hardum Minta Bupati di Flores Tak Monopoli Penyaluran Bantuan Gempa

3 September 2026

Brimob Operasikan Watergen, Hasilkan 950 Liter Air Bersih per Hari untuk Pengungsi Gempa di Reok

3 September 2026

Kekerasan Seksual Anak di Sumba Timur: Rumah Tak Lagi Aman

2 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.