Pasangan Marsel-Djafar didampingi Jurkam Hery Gani dan Ketua Tim Pemenang Yustinus Sani sedang blusukan di Desa Kelisamba, Kecamatan Ndori beberapa waktu lalu (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
alterntif text

Ende, Vox NTT-Sejumlah prestasi masa kepemimpinan Marselinus Y. W. Petu dan H. Djafar Achmad (Marsel-Djafar) dibeberkan juru kampanye (jurkam) pada kampanye terbatas di wilayah Kelurahan Mautapaga, Kecamatan Ende Timur pada Selasa sore (27/02/2018).

Hery Gani, jurkam dari PDIP dalam orasi politiknya menjelaskan, masa kepemimpinan Marsel-Djafar dapat membawa sejumlah perubahan di Kabupaten Ende. Salah satu yang disebut Hery yakni peningkatan PAD dari Rp 800 Miliar naik menjadi Rp 1,3 Triliun.

Ia menuturkan, prestasi tersebut mesti diacungkan jempol. Sebab, menurut dia, masa pemimpin sebelumnya tidak mendongkrak pendapatan secara signifikan.

Selain itu, prosentase program pembangunan oleh pasangan incumbent ini terbilang pada tataran tinggi.

Hery merincikan, menurut data Fraksi PDIP, pada tahun 2015, APBD Kabupaten Ende mengalokasikan sebesar Rp 1.148.112.230.290. Realisasi sebesar Rp 920.349.547.820 atau 80,16%.

Tahun 2016 dialokasikan sebesar Rp 1.393.633.147.335 dan realisasi sebesar Rp 1.144.021.726.043 atau 82,09%.

Sedangkan tahun 2017 dialokasikan Rp 1.331.102.865.857 dan realisasi sebesar Rp 1.132.706.287.635 atau 85,10%.

Hery menjelaskan, menurut laporan kinerja instansi pemerintah atau Lakip, 80 persen sampai 100 persen merupakan prosentase tinggi. Dengan ini maka, pasangan Marsel-Djafar merupakan pemimpin yang dibilang prestasi.

Prestasi lain yang dibeberkan politisi asal Nangapanda ini adalah pembangunan 5 ruas jalan paralel yang dilakukan Marsel-Djafar.

Jalan paralel itu yakni ruas jalan Puukungu Nangapanda ke Kamubheka Kecamatan Maukaro. Ruas jalan Nangaba menuju ke Maukaro.

Lalu, jalur Wologai menuju ke Maurole, jalur Nduaria menuju Hangalande Kotabaru dan jalur Watuneso, Kecamatan Lio Timur menuju ke Detulate Kecamatan Kotabaru.

Selain itu, prestasi lain yang dikerjakan Marsel-Djafar adalah pembangunan lanjutan gedung PPO, gedung perpustakaan daerah dan pembangunan gedung KPU Kabupaten Ende.

Hery mengatakan, ketiga bangunan tersebut merupakan peninggalan kepemimpinan sebelumnya yang dianggap tidak mampu.

Aktivis GMNI ini menegaskan, belum terhitung dengan pembangunan lain seperti Stadion Marilonga, sejumlah ruas jalan dalam kota serta beberapa ruas jalan di luar kota.

Sehingga, menurut dia, pemimpin yang layak memimpin Ende adalah orang yang berjiwa pekerja serta memiliki jaringan ke pusat. Tidak hanya sekedar pemimpin yang suka tebar janji.

 

Penulis: Ian Bala
Editor: Adrianus Aba